Ekonomi dan Bisnis

Harga Kayu Manis Kering di Loksado HSS Turun, Segini di Tingkat Pengepul

Harga kayu manis kering yang dihasilkan petani di Loksado, HSS turun. Kini harhanya di tingkat pengepul Rp 52 ribu per kilogram

Penulis: Eka Pertiwi | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/eka pertiwi
Warga Desa Haratai Kecamatan Loksado Kabupaten HSS menjemur kayu manis sebelum dijual ke pengepul. Harga kayu manis saat ini turun, Selasa (2/6/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Harga kayu manis kering kini berangsur turun. Padahal, saat pandemi harganya mencapai Rp 70 ribu hingga Rp 80 ribu untuk kayu manis kering. 

Petani kayu manis di Desa Haratai Kecamatan Loksado Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Pandi menyebut, harga kayu manis saat ini hanya berada pada kisaran harga Rp 52 hingga Rp 53 ribu per kilogram kering. 

Harga ini jauh lebih murah dibandingkan saat pandemi. Ia mengatakan, saat pandemi permintaan kayu manis meningkat. Sehingga, harga kayu manis juga ikut naik. 

Ia yang sehari-hari berprofesi sebagai petani ini mengaku jika kayu manis yang dihasilkan dijual lagi ke pengepul yang ada di Desa Loksado. 

Baca juga: Aneka Produk Meratus Dijual di Toko Kita Kabupaten HST, Madu Alam Hingga Kopi dan Kayu Manis

Baca juga: Khasiat Madu Dicampur Kayu Manis, Dapat Mengatasi Radang Sendi dan Hipertensi

Harga Rp 53 ribu pun merupakan harga yang dibeli oleh pengepul. 

Dalam sehari ia bisa memanen kayu manis antara lima hingga tujuh kilogram.

Petani kayu manis tak hanya ia, disebutkannya jika hampir seluruh warga Haratai merupakan petani kayu manis

Bahkan, warga di sana memiliki perkebunan kayu manis. Kayu manis sendiri ditanam selama lima hingga sepuluh tahun. 

"Kayu manis yang kami hasilkan, semuanya dari pertanian. Tidak ada yang mencari di hutan," katanya. 

Baca juga: Khasiat Madu Mampu Turunkan Berat Badan, Lebih Nikmat Diolah Minuman Dicampur Kayu Manis

Hal serupa dikatakan oleh Sukran. Petani kayu manis ini mengatakan jika bagian pohon kayu manis yang digunakan yakni bagian kulitnya. 

Namun, hanya bagian kulit dalam. Sedangkan bagian kulit luar di buang.

"Kalau batangnya kami gunakan sebagai kayu bakar," katanya. (Banjarmasinpost.co.id/Eka Pertiwi)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved