Berita Batola

Warga Jejangkit Muara Pertanyakan Pelaporan Dugaan Pemotongan Bantuan Banjir di Kejari Batola

Warga Desa Jejangkit Muara datangi Kejari Batola pertanyakan perkembangan kasus dugaan pemotongan uang dana bantuan banjir Rp 500 ribu per KK.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD TABRI
Warga Desa Jejangkit Muara saat mendatangi Kejaksaan Negeri Barito Kuala (Kejari Batola) untuk menanyakan kejelasan laporan dugaan pemotongan bantuan stimulan rumah rusak pasca banjir 2021, Selasa (2/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sejumlah warga Desa Jejangkit Muara, Kecamatan Jejangkit, mendatangi Kejaksaan Negeri Barito Kuala ( Kejari Batola) di Kota Marabahan, Kalimantan Selatan (Kalsel).  

Mereka mempertanyakan laporan dugaan pemotongan bantuan rumah yang rusak akibat banjir pada 2021. 

Disampaikan Budi, warga Jejangkit Muara, kedatangan rombongan tidak lain untuk mengetahui kejelasan laporan yang telah disampaikan pada Januari 2022. 

"Kedatangan kami ini hanya ingin tahu bagaimana prosesnya berjalan, sampai mana tindak lanjutnya, sehingga warga tidak bertanya-tanya," terang Budi saat ditemui di halaman Kejari Batola, Selasa (2/8/2022). 

Ia pun menambahkan, pelaporan masalah ini sendiri murni dengan tujuan untuk memajukan desanya, sehingga bisa lebih berkembang seperti desa yang lainnya. 

Baca juga: Ditangkap Bawa 10 Kg Sabu di Batola Kalsel, Dua Kurir Ini Diduga Dikendalikan Narapidana Lapas

Baca juga: Bertingkah Mencurigakan, Pria Diduga Selebgram Banjarmasin Ini Sembunyikan Ekstasi Dalam Mulut

Baca juga: Terjadi Dugaan Kejahatan Skimming Tabungan Nasabah, Bank Kalsel Lapor ke Polda Kalsel

Terkait pelaporan yang dipertanyakan ke Kejari Batola, Budi menjelaskan, ada dugaan pemotongan dana stimulan korban banjir dari BNPB untuk rumah rusak akibat banjir sebesar Rp 500 ribu per kepala keluarga penerima. 

Bantuan yang dimaksud sendiri berupa uang tunai yang ditransfer ke rekening masing-masing penerima. Setelah teknis dan persyaratan terpenuhi, dengan besaran Rp 10 juta untuk rumah rusak ringan. 

"Semuanya yang terdata untuk penerima tahap 1 ada 139 penerima di desa kami. Dalan rinciannya, pemotongan Rp 500 ribu tersebut alasan untuk surat rumah atau sporadik. Anggap saja SPJ, tapi itu tidak masuk akal," ungkapnya. 

Mengenai kedatangan warga, Kepala Kejari Batola, Eben Neser Silalahi, melalui Kasi Intel, M Hamidun Noor,  menemuinya di Aula Pertemuan. 

Pihaknya mengatakan bahwa pelaporan tersebut telah diproses dan terus berjalan sesuai prosedur.

Baca juga: Mobil Tabrak Tiang dan Gerbang Ponpes Al Falah Banjarbaru, Sopir Luka di Kaki

Baca juga: Polisi Ungkap Penyebab Laka Maut yang Renggut Nyawa Pengendara Roda Dua di Landasan Ulin Banjarbaru

Baca juga: Jalan Batulicin-Kandangan Longsor, Kasatlantas Polres Tanbu Minta Pengendara Berhati-hati

"Hari ini mereka juga menyampaikan sejumlah info tambahan, kami juga akan cek kebenarannya di lapangan, sehingga bisa menjadi dasar menentukan sikap dalam penyedilikan," beber Hamidun. 

Sebelumnya, lanjut Hamidun, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap puluhan warga guna menggali informasi. 

Pelaporan telah masuk dalam penyelidikan Kejari Batola, setelah sprintug pada awal Februari 2022.

"Jadi, durasi yang lama ini karena kita juga banyak yang dilakukan dalam penyelidikan agar info yang didapat benar-benar valid," tukas Hamidun. 

Selain warga, aparat desa, fasilitator BPBD, hingga perwakilan Disperkim Batola juga telah dimintai keterangan terkait pelaporan ini.

Baca juga: Ikuti Upacara di Istana Merdeka, Klik Link Daftar Rayakan Kemerdekaan RI Bersama Jokowi

Baca juga: Berlakukan Kenaikan Tarif Mulai September 2022, PTAM Bandarmasih Diminta Tingkatkan Layanan

Baca juga: Hanya Satu Malam, Polsek Banjarmasin Timur Ringkus Dua Pelaku Diduga Transaksi Narkoba

Selama kasus berproses, Hamidun mengimbau masyarakat agar etap bisa menjaga kondusifitas bersama.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved