Kampusiana

Sampaikan Bentuk Kekecewaan, KBM UIN Antasari Banjarmasin Akan Kembali Turun ke Jalan

Anggap rektor tk mau menutup telinga terhadap tuntutan mahasiswa, Ketua Dema UIN Antasari Banjarmasin mengatakan akan kebali melakukan aksi ke jalan

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/noorhidayat
Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Mujiburrahman saat berdialog dengan KBM UIN Antasari Banjarmasin, di Aula Mastur Jahri UIN Antasari Banjarmasin, Selasa (2/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, bakal kembali melakukan aksi turun ke jalan sebagai bentuk kekecewaan mereka terhadap Rektor UIN Antasari Banjarmasin, Prof Mujiburrahman.

Ketua Dewan Mahasiswa (Dema) UIN Antasari Banjarmasin, Yogi Ilmawan mengatakan, pihaknya sangat menyayangkan dan kecewa atas sikap Rektor UIN Antasari Banjarmasin, yang dianggapnya menutup telinga dengan apa yang disampaikan mahasiswa.

"Kami bakal konsolidasi lagi, dan kami akan turun ke jalan. Namun dengan konsep yang berbeda dari aksi yang kami lakukan," ucapnya, Selasa (2/8/2022) petang.

Ditanya terkait konsep yang berbeda dengan yang sudah dilakukan pihaknya, Yogi menjawab, pihaknya bakal turun ke kampus secara bersamaan pada malam hari dan langsung berkegiatan.

Baca juga: KBM UIN Antasari Banjarmasin Tuntut Rektorat Kembalikan Aturan Jam Malam, Begini Tanggapan Rektor

Baca juga: Seminar Internasional UIN Antasari Banjarmasin Hadirkan Pemateri dari Berbagai Negara

"UKM, UKK, Dema, Sema, dan Mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin, kita ke kampus bareng. Kita bikin panggung kesenian dan lainnya, namun pada malam hari. Itu sebagai bentuk kekecewaan kami," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KBM UIN Antasari Banjarmasin, datangi Rektorat UIN Antasari, Selasa (2/8/2022) pagi.

Ada tiga poin tuntutan yang disampaikan KBM UIN Antasari Banjarmasin kepada rektor saat berunjuk rasa di depan Rektorat UIN Antasari Banjarmasin.

Pertama, menuntut Rektor UIN Antasari Banjarmasin untuk tidak membatasi ruang gerak mahasiswa.

Kedua, menuntut Rektor UIN Antasari Banjarmasin menghapus syarat seminar proposal sebagai syarat KKN.

Ketiga, menuntut Rektor UIN Antasari Banjarmasin tidak menjadi pemimpin yang otoriter dan menutup mata serta telinga dalam mengambil kebijakan, khususnya yang diperuntukkan kepada mahasiswa UIN Antasari Banjarmasin.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved