Tajuk

Skimming dan Antisipasi

Skimming, sebuah tindakan kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening.

Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Kasubdit V Tipidsiber Ditreskrimsus Polda Kalsel, Kompol Ricky B Sialagan. (Kanan) Direktur Utama Bank Kalsel, Hanawijaya memberikan penjelasan terkait indikasi adanya kejahatan skimming terhadap Nasabah Bank Kalsel. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KASUS raibnya uang nasabah di sejumlah perbankan di Indonesia secara beruntun terjadi merata hingga sampai ke daerah-daerah.

Nasabah terkejut karena mereka menjadi korban pencurian uang yang disebut skimming.

Skimming itu sebuah tindakan kejahatan pencurian data pengguna ATM untuk membobol rekening.

Menariknya, untuk melancarkan aksi ini pelaku kejahatan menggunakan alat khusus bernama skammer yang bentuknya mirip dengan mulut slot kartu ATM.

Pada September 2021 lalu, Polda Metro Jaya membongkar kasus skimming yang dilakukan oleh dua warga negara asing (WNA) dan warga Indonesia terhadap salah satu nasabah bank.

Kedua WNA itu berinisial VK asal Rusia dan NG asal Belanda. Satu pelaku lain, RW merupakan warga negara Indonesia.

Ini awalnya ada sindikat mencuri data nasabah bank menggunakan skimming. Jadi ada alat yang dipasang di ATM untuk mencuri data.

Jadi setiap nasabah ambil (uang) ATM dengan kartunya. Setelah berhasil mencuri data nasabah, para pelaku kemudian memindahkan ke dalam blank card atau kartu kosong yang telah dipersiapkan sebelumnya.

Para pelaku menarik dan mentransfer uang milik korban. Hasil pencurian itu kemudian dibagi bersama termasuk kepada tersangka yang masih buron.

Tak tanggung-tanggung, total semua diambilkan dari ketiga ini Rp 17 miliar sudah ada ke rekening penampung.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved