Tajuk

Menjajaki Peluang dari Kazakhstan

Beberapa sumber daya di Kalsel yang berpeluang diekspor ke Kazakhstan antara lain produk kelapa sawit seperti Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Duta Besar RI untuk Kazakhstan, M Fadjroel Rachman, dalam acara BTalk spesial HUT ke-51 Banjarmasin Post, Selasa (2/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - ADA informasi menarik disampaikan Duta Besar RI untuk Kazakhstan dan Tajikistan, M Fadjroel Rachman, yang hadir secara virtual dalam acara B-Talk spesial HUT ke-51 Banjarmasin Post, pada 2 Agustus 2022.

Fadjroel menyampaikan tentang peluang ekspor sumber daya alam nonmigas dan produk-produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) dari Kalsel ke negara-negara itu.

Beberapa sumber daya di Kalsel yang berpeluang diekspor ke Kazakhstan antara lain produk kelapa sawit seperti Crude Palm Oil (CPO) dan turunannya.

Selain itu produk perikanan dan kopi, serta produk kelapa atau santan dan Virgin coconut oil (VCO).

Malah, menurut Fadjroel, di Kazakhstan satu liter santan lebih mahal berpuluh kali lipat dari harga satu liter susu.

Peluang ekspor itu tentunya sangat sayang dilewatkan.

Terlebih, Kalsel sebenarnya memiliki komoditas-komoditas yang memang diminati negara dengan 70 persen penduduk muslim itu.

Namun ada beberapa persoalan yang harus diidentifikasi dan dicarikan solusi oleh pemerintah daerah di Kalsel, termasuk produsen dan UMKM sebelum menjajaki peluang ekspor ke sana.

Negara tersebut selama ini diketahui belum termasuk negara tujuan utama ekspor dari Indonesia termasuk Kalsel.

Mengutip data Kementerian Perdagangan sejak 2016-2021, perdagangan RI dengan Kazakhstan yang dilakukan terbatas di sektor non-migas.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved