Fikrah

17 Rakaat Salat Fardhu

Kita berharap mengisi kemerdekaan ini dengan Alquran sehingga bangsa dan negara Indonesia menjadi negeri yang baik dan tegak dalam keridhaan Allah SWT

Editor: Eka Dinayanti
istimewa
KH Husin Nafarin LC Ketua MUI Kalsel 

KH Husin Naparin Lc MA, Ketua Umum MUI Provinsi Kalsel

BANJARMASINPOST.COC.ID - TUJUH belas Agustus adalah hari kemerdekaan Republik Indonesia. Pada tanggal 17, Bung Karno dan Bung Hatta atas nama bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaan Republik Indonesia. Menurut catatan sejarah hari itu adalah hari Jumat pukul 10 pagi pada tanggal 10 Ramadhan.

Bunyi proklamasi, yang dibacakan oleh Bung Karno yang menjadi presiden Republik Indonesia pertama didampingi oleh Bung Hatta sebagai wakil presiden, di Gedung Kebangsaan Timur 56 Jakarta, “Kami bangsa Indonesia menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal mengenai pemindahan kekuasaan dilaksanakan dengan cara yang seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.”

Waktu kemerdekaan ini diputuskan oleh para pemimpin bangsa Indonesia pada waktu itu, pada saat Jepang sebagai bangsa yang menguasai Indonesia kalah perang Asia Timur Raya. Dengan kekalahan Jepang ini berarti tidak ada lagi bangsa lain yang menguasai Indonesia. Setelah diproklamirkan kemerdekaan ini pada tanggal 17 Agustus, bangsa Belanda datang lagi ingin menguasai Indonesia yang kemudian bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaannya dan lahirlah hari Pahlawan 10 November 1945.

Sekarang ini kita bangsa Indonesia terutama anak-anak muda, hanya tahu bahwa apabila tanggal 17 tiba dilaksanakan upacara peringatan Hari Proklamasi. Secara resmi biasanya diadakan upacara. Teks proklamasi dibacakan kembali, yang biasanya dibacakan oleh ketua DPR. Lalu waktu sorenya diadakan hiburan-hiburan berupa naik panjat pinang yang dilumuri dengan pelicin, di atasnya ditaruh hadiah hadiah berupa kue, baju kaus dan lain-lain. Lalu masyarakat memanjatnya dengan bergotong-royong antarmereka biasanya ada 4 atau 5 orang, mereka rela saja diinjak bahunya untuk mendorong temannya ke atas mengambil hadiah-hadiah itu dan hal ini juga merupakan satu falsafah bahwa kemerdekaan ini tidak bisa dilaksanakan secara seorang diri, tetapi harus bersama-sama.

Demikianlah kemerdekaan dipertahankan, dan bangsa ini dibangun dengan bersama-sama atau gotong royong. Anak-anak muda sekarang banyak yang hanya tahu bahwa hari kemerdekaan itu adalah pemasangan bendera sang merah putih di muka rumah, kemudian sorenya diadakan hiburan-hiburan dengan berbagai perlombaan antara lain memakan kerupuk yang digantung, sepakbola laki-laki berpakaian perempuan.

Ya boleh-boleh sajalah kita berhibur diri. Tetapi 17 Agustus jangan lah hanya naik pinang atau hiburan-hiburan itu, tetapi angka 17 selalu kita tegakkan setiap hari dengan 17 rakaat Salat fardhu. Jangan sampai memperingati 17 Agustus lupa akan Salat fardhu 17 rakaat. Menurut catatan sejarah bahwa hari proklamasi ini diumumkan bertepatan dengan 10 Ramadhan hari Jumat pukul 10 pagi. 17 ramadhan merupakan hari awal turunnya Alquran kepada Nabi Muhammad SAW, di mana dengan Alquran inilah kita umat Islam diberi petunjuk oleh Allah SWT bagaimana kita hidup di dunia dengan baik untuk mencapai hari akhirat dengan baik pula.

Maka kiranya negara kita Indonesia yang telah dianugrahi kemerdekaan ini mengisi pembangunan bangsa ini lahir dan batin dengan petunjuk Alquran. Karenanya Alquran harus kita baca, dalam membaca Alquran diharapkan kita akan mendapatkan huda atau petunjuk dari Allah SWT dan kepada kita akan di berikan pahala ganjaran membaca Alquran.

Seyogiyanya Alquran kita baca setiap hari satu juz sehingga dalam sebulan kita satu khatam Alquran. Di samping juga kita membaca surah-surah populer, yaitu Surah Yasin sebagai penghapus dosa, Surah Al Waqiah sebagai pintu rezeki dan Surah Tabarak atau Al Mulk sebagai pengamal di dalam kubur nantinya. Bila kita berziarah ke kubur orangtua kita atau siapa pun, lalu kita bacakan Surah Yasin, hal ini akan menjadi peringan jika sekiranya mayat yang ada di dalam kubur mendapat azab kubur.

Demikian lah 17 Agustus kita tegakkan dan kita tidak akan lupa karena pada setiap hari kita melaksanakan Salat fardhu 17 rakaat dan membaca Alquran yang diturunkan awalnya kepada Nabi Muhammad SAW pada 17 Ramadhan. Jadi sungguh serasi sekali angka 17 ini, pertama 17 rakaat Salat, 17 Agustus dan 17 Ramadhan.

Kita berharap kepada bangsa Indonesia khususnya umat Islam agar mengisi kemerdekaan ini dengan Alquran sehingga bangsa Indonesia dan negara Indonesia menjadi negeri yang baik dan tegak dalam keridhaan Allah SWT. Dirgahayu RI 77 tahun Kemerdekaan Indonesia. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved