Heboh Banget

HEBOH BANGET - Viral Warga Tandu Orang Sakit Sejauh hampir 2 Km, Gegara Ambulans Tak Bisa Masuk 

Netizen Cianjur heboh dengan sebuah video yang merekam warga menandu orang sakit dengan sebilah bambu dan kain sarung

Editor: Hari Widodo

BANJARMASINPOST.CO.ID - Netizen Cianjur heboh dengan sebuah video yang merekam warga menandu orang sakit dengan sebilah bambu dan kain sarung.

Video tersebut menjadi viral di media sosial karena warga menggotong korban yang terjatuh dengan kepala berdarah dan segera butuh pertolongan. Namun nahas, karena jalan rusak parah, ambulans tak sanggup mencapai ke lokasi warga yang membutuhkan pertolongan tersebut.

Video tersebut dengan cepat menyebar, warga yang membutuhkan pertolongan kabarnya meninggal dunia dua hari setelah mendapat perawatan di rumah sakit.

Video tersebut, pertama kali diunggah ke media sosial oleh @pendakinyawapuncak.

Belakangan warga yang ditandu tersebut bernama Anan (50) tinggal di Kampung Halimun RT 04/09, Desa Mekarjaya Kecamatan Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur.

Adegan dalam video tersebut terjadi pada Minggu (31/7/2022). Seorang relawan pendaki yang mengunggah vidio viral tersebut, Amonk, asal Kampung Halimun mengatakan, video tersebut diunggah karena ambulans tak bisa menjangkau ke lokasi rumah korban dengan alasan jalan rusak .

Amonk mengatakan, warga pun bergegas membawa Anan dengan cara ditandu menyusuri jalan desa yang memang kondisinya rusak atau belum ada perbaikan.

Dikatakan Amonk, warga pun membopong Anan kurang lebih 1,5 kilometer dari rumah hingga ambulans menjemputnya.

Amonk mengatakan, setibanya ambulans desa, Anan ditandu langsung dibawa ke RSUD Cianjur untuk dilakukan pemeriksaan.

Setelah dilakukan perawatan dua hari kemudian pak Anan pun dikabarkan meninggal dunia.

"Pak Anan dikabarkan meninggal pada Selasa (2/8/2022) kemarin," ujarnya.

Amonk mengatakan, kaitan dengan live streaming yang diunggahnya tersebut, ia ingin memberikan pesan bahwa kondisi jalan rusak yang menjadi halangan mobil ambulans desa.

Pasca kejadian video viral tersebut, ia bersama warga lainnya berkumpul untuk meluruskan persoalan.

Seorang Warga Kampung Halimun, Asep Suparman (25), mengatakan, setelah ia menemukan korban dalam keadaan tergeletak dan tidak sadarkan diri, Ia langsung menghubungi petugas untuk meminta bantuan.

Asep mengatakan, korban lalu meninggal dunia dua hari setelah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Ia mengatakan, jika setiap hari Jumat, warga yang ada di sekitar jalan tersebut memperbaiki dengan cara swadaya.(Tribunnews.com)

Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved