Religi

Ini Jadwal Puasa Tasua dan Asyura pada 2022, Ustadz Khalid Basalamah Beberkan Ganjarannya

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan ganjaran pahala puasa Tasu'a dan Asyura serta kemuliaan bulan Muharram bagi kaum muslim.

Penulis: Mariana | Editor: Murhan
Youtube Khalih Basalamah
Ustadz Khalid Basamalah jelaskan soal Puasa Tasua dan Arafat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan ganjaran pahala puasa Tasua dan Puasa Asyura serta kemuliaan bulan Muharram bagi kaum muslim.

Puasa Tasua dan Puasa Asyura terjadi pada 9 dan 10 Muharram. Tahun ini, jatuh pada 7 dan 8 Agustus 2022.

Dalam sistem penanggalan Islam atau kalender Hijriyah terdapat 12 bulan, bulan di awal tahun adalah Muharram.

Di bulan Muharram sebagaimana bulan-bulan lainnya, terdapat amalan amalan yang dianjurkan bagi kaum muslim.

Baca juga: Bacaan Niat Puasa Tasua dan Asyura di Sini, Ustadz Adi Hidayat Ungkap Keutamaan Puasa di Muharram

Baca juga: Ingat Jadwal Puasa Tasua dan Asyura Muharram 1444 H, Ustadz Adi Hidayat Ingatkan Sunnah Awal Tahun

Bahkan ada amalan khusus yang hanya ada di bulan Muharram, tidak ada di bulan lain yakni puasa Tasu'a dan Asyura.

Amalan atau ibadah tersebutlah membuat bulan Muharram memiliki keutamaan tersendiri.

Ustadz Khalid Basalamah menjelaskan bulan Muharram adalah bulan luar biasa, selama satu bulan umat Islam memiliki peluang besar untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda.

Penjelasan mengenai bulan Muharram dan bulan-bulan lainnya dalam tahun Hijriyah termaktub dalam Surat At-Taubah Ayat 36.

Surat At-Taubah Ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Arab-Latin: Inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

"Maknanya adalah bulan di sisi Allah bagi orang-orang beriman harus dijadikan sebagai pegangan dalam hidup ada 12 bulan dalam satu tahun disebut bulan-bulan Hijriyah, secara berurutan dimulai Bulan Muharam, Safar, Rabiul Awal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Syaban, Ramadhan, Syawal, Zulkaidah, dan Zulhijah," jelas Ustadz Khalid Basalamah dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Islam Terkini.

Ia menambahkan, seharusnya umat muslim peduli dengan bulan-bulan Hijriyah karena di dalamnya terdapat tanggal-tanggal amalan sunnah yang dianjurkan kepada umat Islam.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved