Berita Olahraga

Lestarikan Permainan Tradisional, Ratusan Pegiat Berpartisipasi di Festival Layang-layang di Batola

Festival layang-layang di Batola diikuti 228 pegiat layang-layang dari 13 Kabupaten/Kota dengan total hadiah puluhan juta.

Penulis: Amirul Yusuf | Editor: Eka Dinayanti
istimewa dari Yusni
Ratusan pegiat berpartisipasi dalam Festival Olahraga Tradisional yang digelar di Kabupaten Batola. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Pemerintah Provinsi Kalimantan terus berupaya melestarikan permainan tradisional, khususnya layang-layang melalui Festival Layang-layang di Lapangan 5 Desember, Kabupaten Barito Kuala (Batola) mulai 5-7 Agustus 2022.

Kegiatan festival ini diikuti 228 pegiat layang-layang dari 13 Kabupaten/Kota dengan total hadiah puluhan juta.

Kegiatan juga dirangkai dengan berbagai permainan tradisional yaitu balogo, ketapel dan sumpit.

Mewakili Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) sekaligus Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kalsel, Hermansyah mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, para peserta dan seluruh pihak yang mendukung dan menyukseskan acara festival layang-layang ini.

Baca juga: Kirim 13 Atlet, PASI Kalsel Target Bawa Pulang Tiga Medali Kejurnas Atletik di Jawa Tengah

Baca juga: Lolos Seleksi Pelatnas Jakarta, Atlet Kalsel Wakili Indonesia di Kejuaraan Dunia Atletik U20 2022

“Festival ini akan menjadi ruang sekaligus tempat untuk kita semua, khususnya para pecinta layang-layang, dalam merawat dan mengenalkan budaya asli daerah kepada generasi muda,” kata Hermansyah didampingi Humas Kormi Kalsel, Yusni Hardi, Sabtu (6/8/2022).

Hermansyah mengatakan seiring derasnya arus teknologi dan informasi yang masuk sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat kita, lebih-lebih para pemuda kita saat ini.

“Maka dari itu, kita semua harus mendukung setiap upaya untuk memperkuat dan mempertahankan kebudayaan yang kita miliki, tanpa kecuali dukungan kita untuk suksesnya festival layang-layang ini,” ujarnya.

Oleh karena itu, festival layang-layang ini, sebagai salah satu upaya untuk mengembangkan bakat, kreasi dan potensi generasi muda, serta untuk mengembangkan kecintaan dan sekaligus apresiasi bagi mereka yang menyukai layang-layang.

Ia mengajak kepada semua masyarakat, agar bersama-sama menjaga kelestarian layang-layang.

Baca juga: Siapkan 12 Atlet, Pertina Kalsel Pasang Target Maksimal di Kejurnas Tinju di Medan

Oleh sebab itu festival layang-layang salah satu bentuk upaya meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap tradisi bermain layang-layang.

Sementara itu, Komisi Olahraga Tradisional dan Kebudayaan Kormi Kalsel, Agus Pebrianto menambahkan kegiatan festival layang-layang ini menjadi kebangkitan olahraga masyarakat agar tidak tergerus oleh kemajuan teknologi.

“Apalagi atlet layang-layang di Kabupaten Batola merupakan permainan andalan pada even kejuaraan nasional maupun internasional,” kata Agus.

Ia berharap dengan adanya festival layang-layang ini masyarakat semakin banyak berpartisipasi membudayakan permainan tersebut.

“Melalui Festival ini untuk memasyarakatkan olahraga khususnya olahraga layang-layang agar terus berkembang,” pungkasnya.

( Banjarmasinpost.co.id/Amirul Yusuf)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved