Tajuk

Pekerja Migran

Tujuh warga Kalsel terjebak harapan tinggi bisa bekerja di Arab Saud dan bakal mendulang banyak Riyal untuk dikirim ke kampung halaman.

Editor: Eka Dinayanti
BANJARMASINPOST.CO.ID/MILNA SARI
Para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) di Kantor BP3MI Kalimantan Selatan di Kota Banjarbaru, Kamis (4/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - TERGIUR memperoleh pendapatan besar di negeri orang, rupanya menjadi alasan bagi sebagian warga Kalimantan Selatan yang nekat menjadi tenaga kerja migran meski tak melalui prosedur yang benar.

Pada akhirnya bukan untung, tapi buntung. Kalaupun sudah keluar biaya, hilang begitu saja. Uang tak kembali, tabungan habis, bisa jadi pula utang sana sini.

Belum lama ini tujuh warga Kalsel terjebak harapan tinggi bisa bekerja di Arab Saud dan bakal mendulang banyak Riyal untuk dikirim ke kampung halaman.

Bisa untuk bangun rumah atau tempat usaha walau kecil-kecilan dan sebagainya. Namun kenyataan pahit yang harus didapat.

Mereka terjaring razia petugas saat berada di di Karawang, Jawa Barat, dan akhirnya dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Rinciannya, masing-masing satu orang dari Kota Banjarmasin, Kabupaten Banjar, Hulu Sungai Tengah (HST), serta masing-masing dua orang dari Kabupaten Tapin dan Kabupaten Tanah Laut (Tala).

Namun, tentu aja persoalan belumlah selesai. Pemerintah harus mengusut tuntas kasus ini, sebagai bukti tanggung jawab melindungi warganya.

Sebab menjadi pekerja migran ilegal tentunya sangat berisiko, bahkan nyawa bisa menjadi taruhannya.

Status hukum yang tidak jelas, membuat mereka akan rentan atau tidak terlindungi di negara asing.

Pemerintah harus mencari cara mencegah supaya migran ilegal ini tidak ada lagi. Kalau ada celah, jalan tikus dan sebagainya, segera tutup permanen.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved