Religi

Bacaan Niat Puasa Asyura, Ustadz Adi Hidayatkan Beberkan Tiga Keistimewaan Puasa Sunnah Ini

Ustadz Adi Hodayatkan paparkan tentang keistimewaan Puasa Asyura, simak juga bacaan niat mengerjakan Puasa Sunnah di Bulan Muharram ini

Editor: Irfani Rahman
Tribunstyle.com
Niat Puasa Asyura 10 Muharram 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Puasa Asyura adalah Puasa Sunnah yang dikerjakan pada 10 Muharram. Ustadz Adi Hidayat atau UAH terangkan keistimewaan Puasa Asyura.

Diketahui 10 Muharram 1444 Hijriyah akan jatuh pada besok, Senin 8 Agustus 2022.

Tentunya kita dianjurkan mengerjakan Puasa Asyura karena memiliki banyak keistimewaan.

Simak juga niat Puasa Asyura ini.

Bulan Muharram adalah bulan pertama di antara 12 bulan dalam sistem penanggalan Islam.

Baca juga: Buya Yahya Jabarkan Tentang Puasa Asyura, Bisa Digabung Dengan Qadha Ramadhan

Baca juga: Keutamaan Berdoa Saat Bercermin, Begini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah

Di bulan Muharram terdapat amalan sunnah yang tidak ditemukan di bulan-bulan lain, yaitu puasa Asyura.

Puasa Asyura yakni puasa yang dikerjakan pada tanggal 10 Muharram. Puasa ini hukumnya sunnah bagi umat muslim.

Apa keistimewaan puasa Asyura yang dikerjakan di bulan Muharram.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan Nabi Muhammad SAW sewaktu berada di Madinah menyaksikan orang-orang Yahudi melaksanakan ibadah puasa. Nabi SAW pun mengkonfirmasi kebiasaan puasa kaum tersebut yang sesuai dengan tanggal 10 di bulan Muharram.

"Kebiasaan puasa kaum Yahudi itu sesuai dengan tanggal puasa Asyura yang ditunaikan di hari ke-10 di bulan Muharram. Nabi bertanya kepada para sahabat dan kaum Yahudi saat itu, kaum Yahudi menjawab mereka melakukan puasa untuk mensyukuri nikmat Allah SWT yang telah diberikan kepada Musa As dan pengikut beliau dari kekejaman Fir'aun laknatullah," terang Ustadz Adi Hidayat dikutip dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Kaum Yahudi menyatakan tanggal 10 Muharram adalah waktu yang baik sebab Allah telah menyelamatkan Nabi Musa As dan Bani Israil.

Lantas Rasulullah SAW pun menanggapi, dirinya lebih berhak melestarikan dan menyempurnakan syariat-syariat Nabi Musa.

Baca juga: Jadwal Puasa Ayyamul Bidh Muharram 1444 H, Ustadz Abdul Somad Jelaskan Keutamaan

Baca juga: Gatal-gatal di Kulit Teratasi, dr Zaidul Akbar Ungkap Solusi Lewat Serai, Lengkuas, dan Jahe

Nabi Muhammad SAW memberikan contoh kepada para sahabat untuk menerapkan puasa sebagai syukur kepada Allah SWT atas perlindungan Allah kepada Nabi Musa dan kaumnya di masa lampau.

Tak hanya saat itu, Nabi SAW juga mencontohkan puasa tersebut rutin dilakukan di tahun-tahun berikutnya yang dikenal dengan puasa Asyura bertepatan 10 Muharram. Hadist ini diriwayatkan Imam Al-Bukhari.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved