Religi

Bacaan Doa Berbuka Puasa Asyura, Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Unstadz Adi Hidayat paparkankan tentang mensegerakan berbuka puasa. Simak juga doa berbuka Puasa Asyura

Penulis: Mariana | Editor: Irfani Rahman
Capture Kanal youtube Adi Hidayat Official.
Ustadz Adi Hidayat beri penjelasan tentang doa buka Puasa 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kini telah memasuki 10 Muharram 1444 Hijriyah, Ustadz Adi Hidayat menjelaskan doa berbuka Puasa Asyura, Senin (8/8/2022).

Sebagaimana diketahui, umat muslim dianjurkan melaksanakan ibadah Puasa Asyura setiap 10 Muharram setiap tahun.

Sehari sebelumnya telah dilaksanakan Puasa Tasua pada 9 Muharram. Hal ini dilakukan untuk menyelisihi kaum Yahudi.

Hal yang dinantikan saat seharian berpuasa adalah tibanya waktu berbuka yang ditandai kumandang adzan maghrib.

Baca juga: Mata Sehat Terhindar dari Katarak, dr Zaidul Akbar Imbau Hindari Jenis-jenis Makanan Berikut

Baca juga: Amalan Membersihkan Hati dan Pikiran, Ustadz Adi Hidayat Imbau Perbanyak Baca Alquran

Kaum muslim yang melaksanakan puasa baik wajib maupun sunnah, menahan makan dan minum di siang hari, diakhiri berbuka pada petang hari atau terbenamnya fajar.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan sesuai ajaran Nabi Muhammad SAW doa berbuka puasa lebih tepat dibaca saat waktu adzan berkumandang atau waktu berbuka tiba.

"Kita ambil salah satu yang jarang diperdebatkan hadist riwayat At-Tirmidzi nomor hadist 2357 riwayat sahabat Ibnu Omar," terang Ustadz Adi Hidayat dikutp Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Adi Hidayat Official.

Hadist tersebut adalah sebagai berikut:

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

'Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah'

Artinya: "Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah (jika Allah menghendaki)."

Baca juga: Keutamaan Berdoa Saat Bercermin, Begini Penjelasan Ustadz Khalid Basalamah

Baca juga: Muharam Termasuk Bulan Haram, Ustadz Khalid Basalamah Ungkap Keutamaan Bulan Pertama Hijriyah

Dari hadist tersebut terdapat dua pendapat tentang cara makan dan berdoa bagi umat muslim.

Ustadz Adi Hidayat menguraikan, pendapat pertama mengacu pada arti dari hadist tersebut telah hilang dahaga, maka dapat diartikan minum terlebih dahulu kemudian membaca doa.

"Pada hal ini ada yang mengamalkan baca bismillah dulu, minum, baru membaca doa tersebut, kemudian dilanjutkan dengan mencicipi kurma dan makan makanan lainnya," ujarnya.

Halaman
123
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved