Religi

Daftar Amalan Puasa Selain Tasua dan Asyura Bulan Muharram, Ustadz Adi Hidayat Beri Penjelasan

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan daftar amalan selain Puasa Tasua dan Puasa Asyura di bulan Muharram. simak lafadz niat Puasa Senin Kamis dan lainnya.

Penulis: Mariana | Editor: Murhan
Youtube Adi Hidayat Official
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan daftar amalan selain Puasa Tasua dan Puasa Asyura di bulan Muharram. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pendakwah Ustadz Adi Hidayat menjelaskan daftar amalan selain Puasa Tasua dan Puasa Asyura di bulan Muharram.

Bagi yang ingin mengerjakannya, simak lafadz niat Puasa Senin Kamis dan lainnya dilengkapi lafal latin dan artinya.

Kaum muslim telah menyongsong pergantian tahun baru Islam 1444 Hijriyah, yang dimulai bulan Muharram.

Bulan Muharram adalah bulan pertama dari 12 bulan dalam sistem penanggalan Islam.

Baca juga: Bacaan Doa Berbuka Puasa Asyura, Ustadz Adi Hidayat Jelaskan Sesuai Ajaran Nabi Muhammad SAW

Baca juga: Amalan Khusus di hari Jumat Dijabarkan Ustadz Adi Hidayat, Berikut Waktu Mustajab Berdoa

Sejumlah amalan-amalan sunnah yang dianjurkan bagi kaum muslim sebagaimana bulan-bulan lainnya dalam Islam.

Namun ada pula amalan khusus yang hanya ada di bulan Muharram.

Selain itu, Muharram masuk dalam empat bulan hurum atau bulan mulia yang disebutkan dalam Alquran.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan di bulan haram tak terkecuali Muharram disunnahkan memperbanyak puasa.

"Puasa yang paling dicintai Allah setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan-bulan haram, hadistnya riwayat Bukhari nomor hadist 1.379," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Kajian Islam Official.

Kemudian pendakwah yang akrab disapa UAH menerangkan bulan-bulan haram termaktub dalam Alquran.

Surat At-Taubah Ayat 36

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

Inna 'iddatasy-syuhụri 'indallāhiṡnā 'asyara syahran fī kitābillāhi yauma khalaqas-samāwāti wal-arḍa min-hā arba'atun ḥurum, żālikad-dīnul-qayyimu fa lā taẓlimụ fīhinna anfusakum wa qātilul-musyrikīna kāffatang kamā yuqātilụnakum kāffah, wa'lamū annallāha ma'al-muttaqīn

Artinya: Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana merekapun memerangi kamu semuanya, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved