Berita Batola

Meski Tak Signifikan, Pedagang di Batola Akui Kenaikan Harga Beras

Sudah sepekan terakhir ini harga beras di Pasar Marabahan Batola mengalami kenaikan, menurut pedagang harga beras naik mengikuti harga gabah kering.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri
Pedagang di Pasar Baru Marabahan saat menakar beras untuk pelanggan, Rabu (10_8_2022) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sejumlah pedagang beras di Kabupaten Barito Kuala akui adanya kenaikan harga beras di beberapa hari terakhir.

Seperti yang disampaikan Rohana, pedagang beras di Pasar Marabahan, Rabu (10/8/2022), harga beras lokal jenis mayang raya-rata mengalami kenaikan seribu rupiah per liter.

"Naiknya harga ini sekitar sepekan terakhir, katanya harga mengikuti harga padi kering yang juga mengalami kenaikan," ucap Rohana.

Untuk beras siam kupang, Rohana menjualnya 11 ribu rupiah per liter, sedangkan siam mayang 13 ribu rupiah per liter.

Baca juga: Meriahkan HDKD ke-77, Rutan Marabahan Gelar Fashion Show hingga Lomba Karaoke

Baca juga: Kurangi Kepadatan dalam Sel, Rutan Marabahan Mutasi 20 WPB ke Lapas Karang Intan dan Banjarbaru

Sebelumnya, kedua jenis beras lokal tersebut masing-masing ia jual dengan harga 9 ribu rupiah dan 12 ribu rupiah per liter.

Hal senada juga diungkapkan Piah, pedagang beras di Pintu Timur Pasar Rakyat Marabahan, per karung beras yang biasa ia beli dengan harga 550 ribu rupiah kini mencapai 600 ribu rupiah.

"Ya memang ada kenaikan, rata-rata sekitar 50 ribu rupiah per karung beras," bebernya saat ditemui Reporter Banjarmasinpost.

Baca juga: Satpol PP HSS Gerebek Sejoli di Kontrakan, Ditemukan Mabuk Miras Oplosan

Baca juga: Pendaftar Kartu AK1 Tidak Sebanding dengan Jumlah Pencari Kerja di Kota Banjarmasin

Piah pun mengatakan, saat ini stok beras yang ia miliki terbilang minim, karena pasokannya juga terbilang sukar didapat.

"Mungkin berkenaan harga yang mulai terkerek naik ini, sehingga penjual lebih pikir-pikir," pungkasnya.

Sementara itu, dikatakan Yana, petani di Desa Antar Raya, akibat rusaknya padi yang ditanam tahun ini membuat harga gabah kering berangsur naik.

Terlebih lagi saat ini masyarakat petani masih belum panen semuanya.

( Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri)

 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved