Berita Regional

Patrap Senopati Korwil Kukar Dikukuhkan, Himpun Tedhak Turun Panembahan Senopati se-Kalimantan

Kepengurusan Koordinator Wilayah Kutai Kartanegara (Korwil Kukar) Paguyuban Trah Panembahan (Patrap) Senopati 2022-2025 dikukuhkan di Yogyakarta

Editor: Hari Widodo
istimewa
Kepengurusan Koordinator Wilayah Kutai Kartanegara (Korwil Kukar) Paguyuban Trah Panembahan (Patrap) Senopati 2022-2025 dikukuhkan di Yogyakarta baru-baru ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kepengurusan Koordinator Wilayah Kutai Kartanegara (Korwil Kukar) Paguyuban Trah Panembahan (Patrap) Senopati 2022-2025 dikukuhkan di Yogyakarta baru-baru ini.

Pelantikan Korwil Kukar dilakukan bersamaan dengan pelantikan pengurus pusat Yayasan Paguyuban Trah Panembahan Senopati dan Korwil lainnya oleh Wakil Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Paku Alam X.

Korwil Kukar KRT Sayyid Didik A, SH dalam keterangannya, Rabu (10/8/2022), mengatakan, Yayasan Patrap Senopati Kotagede saat ini sudah berbadan hukum, berdasarkan SK Kemenkumhan nomor AHU-0012258.AH.01.04.Tahun 2022.

“Yayasan ini dibentuk guna untuk mengumpulkan balung pisah tedhak turun Panembahan Senopati yang dibagi dalam 9 Korwil dan beberapa Korda (setingkat kota/kabupaten) yang tersebar di seluruh Indonesia dan mancanegara,” kata Sayid Didik yang berdomisili di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kaltim.

Lebih lanjut Sayid Didik mengagakan, dalam ajaran Islam Rasulullah SAW mengatakan bahwa nasab berasal dari bahasa Arab al-nasb.

Artinya menghubungkan kekerabatan atau keturunan, sehingga sangat pentingnya nasab ini diharapkan sedulur-sedulur mampu mengurai silsilahnya.

Untuk itu, diharapkan tedhak turun Panembahan Senopati yang tersebar di wilayah seluruh Kalimantan dapat bersemangat kembali untuk menemukan leluhur mereka dan berkumpul dengan sedulurnya yang satu trah.

“Bagi yang kepaten obor silsilahnya dapat dibantu untuk menemukan kembali. Bagi sedulur tedhak turun Panembahan Senopati di wilayah Kalimatan dapat menghubungi nomor +62 852-4667-7085 untuk bisa berkoordinasi lebih lanjut dan menyambung tali silaturahmi,” katanya.

“Harapan kami Patrap Korwil Kutai Kartanegara dapat bekerjasama dengan kerajaan yang ada di tanah Borneo / Kalimantan sehingga dapat nguri-nguri melestarikan budaya Indonesia agar tidak punah di makan zaman,” imbuh Didik.

Untuk diketahui, Panembahan Senopati atau Danang Sutowijaya adalah pendiri sekaligus raja pertama Kerajaan Mataram Islam pada 1586 dengan gelar Panembahan Senapati Ing Alaga Sayidin Panatagama.

Panembahan Senopati menurunkan raja-raja Kraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat, Kraton Kasunanan Surakarta, Pura/Kadipaten Mangkunegaran, dan Pura/Kadipaten Pakualaman.

Ketua Bidang Sosial dan Humas Patrap Senopati Pusat, R.Ngt. Erina Dewi Sag, menambahkan, mengambil dari ajaran leluhur Panembahan Senopati, ada tiga hal yang menjadi pedoman dalam berkehidupan bagi keturunan atau tedhak turun Panembahan Senopati.

Pertama harus mangasah mingising budi, artinya mempertajam hati dan nurani,. Kedua, memasuh malaning bumi, yang diartikan sebagai pengutamaan kesucian dan kebersihan.

“Dan yang ketiga memayu hayuning bawana, artinya menghayu-hayukan dunia ini. Atau mempercantik, memelihara, dan melestarikan bumi,” kata Erin.(Banjarmasinpost.co.id/Hari Tri Widodo)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved