Berita HST

Sulit Dilewati Roda Empat, Jembatan Darurat di Desa Patikalain HST Membahayakan Pengemudi

Jembatan penghubung antar desa-desa di Pegunungan Meratus ke Kota Kecamatan sulit dilewati.

Penulis: Hanani | Editor: Eka Dinayanti
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kondisi jembatan darurat yang menghubungkan desa patikalain dengan Kota Kecamatan dan desa-desa lainnya di kecamatan Hantakan, Hulu Sngai Tengah, Rabu (10/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Warga Desa Patikalain Kecamatan Hantakan Kabupaten Hulu Sungai Tengah Kalimantan Selatan kesulitan mengakses jalan ke kota kecamatan untuk mengangkut hasil bumi menggunakan mobil atau kendaraan roda empat.

Sebaliknya warga luar desa pengguna mobil pun sulit menjangkau desa tersebut.

Jembatan penghubung antar desa-desa di Pegunungan Meratus ke Kota Kecamatan sulit dilewati.

Kondisi Jembatan darurat yang dibangun secara gotong royong oleh MDMC HST bersama warga itu kondisinya kini kian memprihatinkan dan membahayakan lalu lintas.

Baca juga: Belum Lakukan Penyitaan, Polres HST Pastikan 2.600 Karung Batu Bara Ilegal Tak Keluar Lokasi Tambang

Baca juga: PD Muhammadiyah HST Bimbing Mualaf dari Haruyan Dayak di Masjid Arrahim Desa Patikalain

Selain tiang jembatan masih berupa kayu, lantai jembatan pun tidak begitu kokoh.

Bahkan jalur untuk lintasan ban dari batang kelapa juga sudah mulai lapuk.

Ditambah lagi tidak ada pagar di atas jembatan darurat tersebut membuat pengendara mobil harus hati hati dan memerlukan pemandu agar tak sampai tergelincir jatuh ke sungai.

"Apalagi letak jembatan daruratnya persis di tikungan patah. Ini sangat membahayakan pengendara. Padahal jembatan ini juga menjadi fasilitas warga memgangkut hasil bumi, seperti sayuran, ubi cabai, kayu manis dan lainnya. Juga akses dakwah para dai yang membina 162 mualaf di desa kami, "ungkap Masran warga Patikalain kepada banjarmasinpost.co.id.

Dijelaskan, jembatan permanen rusak dan hanyut diterjang banjir bandang pada Januari 2021 yang lalu.

Sejak saat itu beberapa kali dibangun jembatan darurat, secara gotong royong oleh warga, dengan dana bantuan antara lain dari Lazismu.

Namun jembatan darurat pun beberapa kali rusak, hingga terakhir dibangun lagi jembatan darurat yang ada sekarang.

Baca juga: Meski Tak Signifikan, Pedagang di Batola Akui Kenaikan Harga Beras

Baca juga: Satpol PP HSS Gerebek Sejoli di Kontrakan, Ditemukan Mabuk Miras Oplosan

Akibat sering dilewati sepeda motor maupun mobil kemampuan jembatan itu pun terbatas sehingga paku dan baut di bagian lantainya mulai copot.

Selain itu tiang pondasi jembatan pun hanya dari kayu seadanya.

"Kami berharap pemerintah daerah memprioritaskan pembangunan jembatan ini. Sebab untuk jembatan satunya yang berbatasan dengan Desa murung B sudah dibangun permanen. Satu jembatan ini lagi," kata Masran.

Mengenai upaya pembangunan jembatan permanen,pengganti jembatan yang diterjang banjir bandang tersebut, Plt Kepala Dinas PUPR HST Syahidin, yang dikonfirmasi via telepon genggam dan WhatsApp belum memberi respons.

( Banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved