Mardani H Maming

Mardani H Maming Resmi Dinonaktifkan Jadi Bendahara Umum PBNU, Digantikan Gus Gudfan

H Gudfan Arif Ghofur ditunjuk jadi pelaksana tugas (Plt) Bendahara Umum (Bendum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) gantikan Mardardani H Maming

Editor: Irfani Rahman
BPP HIPMI untuk BPost
Ketua BPP HIPMI, Mardani H Maming, Jumat (27/5) di Jakarta. Mardani telah ditetapkan tersangka oleh KPK, ia pun dinonaktifkan dari jabatan Bendum PBNU 

BANJARMASINPOST.CO.ID - H Gudfan Arif Ghofur atau kerap disapa Gus Gudfan saat ini ditunjuk menjadi pelaksana tugas (Plt) Bendahara Umum (Bendum)  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

Gus Gudfan menggantikan Mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani H Maming yang saat ini diketahui tersandung kasus korupsi di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Penonaktifan Bendum PBNU Mardani H maing ini diungkapkan Ketua PBNU,  KH Ahmad Fahrurozi atau Gus Fahrur yang dikutip dari NU Online, Kamis (11/8/2022).

“Gus Gufdan ini ditunjuk sebagai Plt pengganti Maming,” kata Ketua PBNU KH Ahmad Fahrurozi atau Gus Fahrur yang dikutip dari NU Online, Kamis (11/8/2022).

Baca juga: BREAKING NEWS, Mardani H Maming Menyerahkan Diri ke KPK, Mantan Bupati Tanahbumbu Sempat Buron

Baca juga: Cuaca Hari ini Kamis 11 Agustus 2022, BMKG : Kalsel Cerah Berawan, Jabar dan Sumsel Hujan Lebat

Gus Fahrur mengatakan penggantian ini masih sementara karena PBNU masih menunggu hasil keputusan pengadilan yang pasti.

"Ya, Plt. Karena kan masih menunggu keputusan hukum yang tetap,” tutur Gus Fahrur.

Seperti diketahui, PBNU menonaktifkan Mardani Maming dari jabatan bendahara umum.

Penonaktifan Mardani, kata Gus Fahrur, telah diputuskan sejak sebulan yang lalu dalam forum rapat PBNU.

Gus Fahrur mengatakan Mardani dinonaktifkan sampai ada status hukum yang tetap.

"Status di PBNU sudah dinyatakan nonaktif sejak satu bulan yang lalu, sudah ada rapat gabungan untuk menentukan jika sudah ada keputusan status hukum," ujar Gus Fahrur kepada Tribunnews.com, Kamis (28/7/2022).

Baca juga: Dahsyatnya Keutamaan Bersedekah, Diantaranya Menghapus Murka Tuhan dan Menambah Umur

Baca juga: Ustadz Adi Hidayat Jabarkan Tentang Shalat Hajat, Meminta Hanya Kepada Allah SWT

Dirinya mengatakan PBNU sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan mengenai status Mardani.

Pengurus PBNU, kata Gus Fahrur, memperhatikan proses hukum yang dijalani oleh Mardani.

Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata membeberkan kronologi dugaan tindak suap dan gratifikasi terkait yang dilakukan oleh mantan Bupati Tanah Bumbu, Mardani Maming pada Kamis (28/7/2022) di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Pusat.

Dalam penjelasannya, Marwata mengatakan Mardani Maming diduga terima uang sekira Rp 104 Miliar.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved