Bisnis

Ponpes Wali Songo Ramaikan Opop Expo 2022, Tampilkan Produk Albumin di Stand Bank Indonesia

Meski masih sekala kecil, Pondok Pesatren Wali Songo Banjarbaru sudah mengembangkan budidaya ikan haruan arau ikan gabus.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id
KH Abdul Hamid Marzuqi, SPdI, MM, alias Gus Hamid menujukkan produk Albumin olahan Ponpes dari ekstrak Ikan Haruan. 

BANJARMASINPOST, BANJARBARU - Meski masih sekala kecil, Pondok Pesatren Wali Songo Banjarbaru sudah mengembangkan budidaya ikan haruan arau ikan gabus.

Selain membudidayakan ikan mentahnya, ternyata dengan pengembangan alat "pabrik" sederhana sudah diolah menjadi produk turuannya yakni albumin ikan haruan.

Produk ini diunggulkan, oleh Pimpinan Pondok Pesatren Wali Songo, yang juga Ketua Harian Ikatan Pondok Pesantren Indonesia (IPI), KH Abdul Hamid Marzuqi, SPdI, MM, alias Gus Hamid.

Menurut dia, di Kalsel haruan ini menjadi salah satu pentumbang inflasi di Kalsel. Karena itu wajar jika pondok pesantren ikut berperan akrif dalam memgembangkan budidaya ikan haruan terutama untuk menjaga inflasi di Kalsel.

Baca juga: BSI Gandeng PP Muhammadiyah, Perkuat Inklusi dan Penetrasi Keuangan Syariah Nasional

Baca juga: Naikan ADD Rp 380 Juta, Bupati Balangan Ingatkan Kades Berhati-hati Kelola Anggaran

"Alhamdulillah, kami sudah bisa membuat albumin sekala kecil atau UMKM dan ini yang kami angkat di One Produk One Pesantren, dri Pinpes Wali songo Banjarbaru," kata dia.

Dia mengaku masih belum bisa membuat banyak sekala pabrik besar. Namun masih terbatas produkai kecil, yang hanya bisa dipesan baru diolahkan produk albumin nya.

"Masih belum sekala besar. Kami open order dulu sifatnya. Kami jual yamg albumin bubuk Rp 100 ribu dan albumin cair Rp 75 ribu," kata Gus Hamid.

Dijelaskan dia, Albumin ini sangat bagus untuk penyembuhan luka terbuka di tubuh. "Tetmasuk yang pasca operasi, menium ini maka akan cepat smebuh dan kering," kata Gus Hamid.

Dia mengembankan produk Albumin juga untuk kemandirian pesantren dan sejauh ini mmang banyak usaha yang dikenbangkan. Termasuk pengembangan ikan haruan ini.

Dia mendapat suport pengembangan ikan haruan ini, dati Bank Indonesia melalui program Himpunan Ekonomi Pondok Pesantren (Hebitren) atau kelembagaan pesantren.

"Karena itu, saat One Pesatren one product ini kami displai produk kami di stand Bank Indonesia, karena kami juga binaan dari Bank indonesia," jelasnya.

Dia berharap, kedepan banyak pesatren yang mengembangkan UMKM produknya sehingga, bisa memajukan perekonomian Banua dan Indoensia melalui Pondok Pesantren.

"Tagao awal ini baru sekitar 36 ponpes, dan ini akan menjadi pilot project untuk bisa dicontoh pengembangan UMKMNya dari Ponpes lainnya" ujarnya.

Sedangkan Kepala Dinas Koperasi dan UKM, Kalsel, Gusti Yanuar Rifa'i mengatakan ada 37 pondok pesantren yang ikut dalam OPOP Expo di Murjani.

"Dari 289 pesantren yang terdaftar di Kanwil Kemenag Kalsel, 37 diantaranya ikut Expo, kedepan diharapkan bisa ikut semua dari ponpes yang ada untuk pengnangan UMKM nya" ujarnya. (Banjarmasinpost.co.id /Nurholis Huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved