Berita Banjarmasin

Tiga Ton Minyak Tumpah ke Sungai di Banjarmasin, Perusahaan Turunkan 6 Kelotok Bersihkan limbah

Tiga ton HSFO atau minyak bakar dipastikan tumpah dan mencemari kawasan Sungai Alalak hingga Sungai Awang

Editor: Hari Widodo
Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat
Proses pembersihan limbah minyak bakar di Sungai Awang oleh perusahaan dengan menggunakan metode eceng gondok, Jumat (12/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Tiga ton minyak High Sulphur Fuel Oil (HSFO) atau minyak bakar dipastikan tumpah dan mencemari kawasan Sungai Alalak hingga Sungai Awang Banjarmasin saat  tongkang pengangkut oli karam Rabu (10/8/2022) malam.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin pun langsung turun untuk mengantisipasi semakin meluasnya sebaran minyak yang diketahui sudah larut ke sungai besar Martapura.

Kabid Pengawasan DLH Kota Banjarmasin, Khuzaimi mengatakan, saat ini pihaknya sudah berkoordinasi denganperusahaan pemilik minyak yang tumpah tersebut.

"Saat ini kami mengawasi pembersihan limbah cair yang mencemari sungai, dengan metode dipakai oleh pengusaha tersebut menggunakan kapal," ucapnya, Jumat (12/8/2022) petang.

"Selama satu pekan kedepan akan terus kami pantau, terlihat memang sudah ada pengurangan," lanjuutnya.

Baca juga: Sungai Awang Banjarmasin Tercemar, Limbah Ternyata Berasal dari Kapal Pengangkat Oli Yang Karam

Baca juga: Sungai Awang Kota Banjarmasin Tercemar, Warga Cium Bau Oli

Khuzaimi menegaskan, pihaknya akan selalu memantau sejauh mana keberhasilan pihak perusahaan yang sudah berkomitmen untuk mengurangi sebaran limbah.

"Terlihat mereka sudah berusaha dengan cara memblokir supaya tidak menyebar kemana-mana," pungkasnya.

Sementara itu, Bagong sebagai pihak dari perusahaan pemilik minyak jenis HSFO menerangkan, kejadian hingga tertumpahnya limbah tersebut sangat cepat.

"Awalnya, Rabu malam sekitar pukul 19.30 wita mendapat laporan dari anak buah, bahwa sungai sangat surut, dan tongkang sudah miring. Hendak memindah sudah tak sempat, talinya sudah putus, dan langsung miring," jelasnya.

Ia mengklaim, pihaknya sudah mencoba berbagai cara untuk melakukan evakuasi agar minyak tidak tertumpah ke sungai.

"Secara manual kita coba melakukan evakuasi dengan menutupi lubang-lubang dengan plastik hitam yang besar, kita ikat dengan karet, tetap ada tumpahan-tumpahan ke sungai," ungkapnya.

Ia pun mencoba menutup dengan busa, dikarenakan arus sungai deras, sehingga busanya terhambur.

"Dari total yang ada di tongkang sekitar lima ton, kami bisa menyelatkan minyak hanya dua ton," tambahnya.

Baca juga: Air Sungai Awang Banjarmasin Diduga Tercemar, Warga Kelurahan Sungaiandai Keluhkan Bau Menyengat

Pihaknya saat ini disampaikan Bagong sudah mengerahkan enam unit kelotok berukuran besar sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan terhadap musibah yang terjadi.

Pihaknya, juga menggunakan metode eceng gondok yang berfungsi untuk menyerap tumpahan minyak .

"Kita angkat ke klotok untuk selanjutnya dibuang ketempat yang aman, Selanjutnya, Kita sebar lagi eceng gondok yang baru, untuk kembali menyerap tumpahan minyak dan selanjutnya kita bersihkan lagi," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved