Berita Batola

Tongkang Minyak Terbalik dan Cemari Sungai, Polairud Batola Utamakan Penanganan Dampak

Tongkang bermuatan minyak terbalik hingga diduga mencemari sungai ditangani Satpolairud Polres Barito Kuala (Batola)

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Hari Widodo
Humas Polres Batola untuk Bpost
Anggota Polairud Polres Batola saat memeriksa lokasi terjadinya tumpahan minyak HSFO di Sungai Alalak, Kamis (11/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Sempat heboh dan dikeluhkan warga, tongkang bermuatan minyak terbalik hingga diduga mencemari sungai ditangani Satpolairud Polres Barito Kuala (Batola)

Kejadian yang berlangsung di sekitaran Sungai Alalak hingga Sungai Awang tersebut berlangsung sejak Rabu Malam hingga Kamis siang. 

Disampaikan Kapolres Barito Kuala, AKBP Diaz Sasongko melalui Kasi Humas, AKP Abdul Malik, pihaknya telah turun ke lapangan terkait kejadian tersebut. 

"Kita sudah membuat Sprin Lidik, sekaligus penyelidikan Tindak Pidana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup dan koordinasi dengan dinas terkait," ungkapnya, Jumat (12/8/2022). 

Baca juga: Sungai Awang Banjarmasin Tercemar, Limbah Ternyata Berasal dari Kapal Pengangkat Oli Yang Karam

Baca juga: Sungai Awang Kota Banjarmasin Tercemar, Warga Cium Bau Oli

Malik pun membeberkan, kronologis awal tumpahnya minyak jenis Hight Sulfur Fuel Oil (HSFO) tersebut dikarenakan tongkang yang miring setelah mengikuti kondisi air surut. 

"Tali pengikat putus dan tumpahlah minyak ke sungai, kemudian mencemari air di aliran sungai tersebut," timpal Malik. 

Sementara itu, selain mengambil sampel untuk uji lab, pihak kepolisian juga mengedepankan penanganan dampak dalam peristiwa ini. 

Yakni dengan mengumpulkan ilung (enceng gondok) yang disinyalir dapat menjadi resapan minyak yang meluber di permukaan air. 

Baca juga: Air Sungai Awang Banjarmasin Diduga Tercemar, Warga Kelurahan Sungaiandai Keluhkan Bau Menyengat

Ditambahkan Ihsan Fahri, Kepada Bidang Pengendalian Dampak Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup Batola, mengenai sisa minyak yang masih di bantaran sungai juga disarankan untuk disedot dan dipindahkan. 

"Untuk hasil uji sampel air Insyallah sepekan ke depan baru bisa disampaikan, karena ada pengukuran BOD," tandasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Tabri) 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved