DPRD Batola

Gelar Paripurna, DPRD Batola Setujui APBDP 2022 dan Terima Penyampaian Dua Raperda

DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyetujui Raperda APBD Perubahan (APBDP) Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp1.455.963.547.644.

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Eka Dinayanti
Humas DPRD Batola
Saleh, Ketua DPRD Batola saat menandatangani berita acara persetujuan Raperda APBD Perubahan (APBDP) Tahun Anggaran (TA) 2022 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - DPRD Kabupaten Barito Kuala (Batola) menyetujui Raperda APBD Perubahan (APBDP) Tahun Anggaran (TA) 2022 sebesar Rp1.455.963.547.644.

Besaran nilai ini diketahui pada rapat paripurna yang digelar Jumat (12/8/2022), sekaligus penyampaian dua Raperda oleh Pemkab Batola, tentang Pengelolaan Keuangan Daerah dan Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Dalam berita acara persetujuan antara Bupati Batola, Hj Noormiliyani AS didampingi Wakil Bupati H Rahmadian Noor bersama Ketua DPRD Saleh dan Wakil Ketua Agung Purnomo serta Hj Arpah diperoleh gambaran Pendapatan Daerah sebesar Rp1.353.546.050.366 berasal dari pendapatan asli daerah Rp65.625.383.440, dana transfer Rp1.278.845.608.225, lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp9.075.058.701, Belanja Daerah Rp1.455.963.547.644 berasal dari belanja operasi Rp949.922.762.757, belanja modal Rp276.387.252.682, belanja tak terduga Rp3.400.000.000, belanja transfer Rp226.253.532.205 sehingga defisit Rp102.417.497.278.

Namun untuk pembiayaan daerah yang bersumber penerimaan pembiayaan terdapat Rp122.067.497.278 dan pengeluaran pembiayaan Rp19.650.000.000 sehingga pembiayaan netto Rp102.417.497.278.

Dengan demikian Silpa tahun berkenaan kosong.

Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani bersama Saleh, Ketua DPRD seusai penandatanganan berita acara persetujuan Raperda APBD Perubahan (APBDP) Tahun Anggaran (TA) 2022
Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani bersama Saleh, Ketua DPRD seusai penandatanganan
berita acara persetujuan Raperda APBD Perubahan (APBDP) Tahun Anggaran (TA) 2022
(Humas DPRD Batola)

Diutarakan Reza Widya Noor, anggota Banggar DPRD Batola dalam laporannya, pendapatan asli daerah diproyeksikan mengalami penurunan Rp1.410.826.544 dari target APBD TA 2022 Rp67.036.209.984 menjadi Rp65.625.383.440.

Sehubungan dengan itu, dimintakan SKPD penghasil PAD agar lebih proaktif dan inovatif melakukan terobosan penggalian agar target dapat tercapai.

Sementara itu, Bupati Barito Kuala Hj Noormiliyani AS menyatakan, anggaran pada Perubahan APBD TA 2022 tidak hanya memberikan dukungan terhadap proses pembangunan namun juga sangat dinantikan sebagai sumber daya penyempurnaan kinerja guna mewujudkan Visi Misi Pemkab Batola secara maksimal.


"Perubahan APBDP ini akan menjadi titik tolak penting dalam merangkai kesinambungan yang konsisten dalam penyelenggaraan pembangunan mengingat anggaran ini lebih merupakan upaya penyesuaian atas perubahan ketersediaan anggaran," ucapnya.

Adapun terkait penyampaian dua Raperda, bupati wanita pertama di Kalsel ini menyatakan, melalui pembentukan Perda ini diharapkan pengelolaan keuangan daerah dapat dilakukan secara tertib, efisien, ekonomis, efektif, transparan, dan bertanggungjawab.

Tentunya dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatuhan, manfaat untuk masyarakat serta taat pada ketentuan peraturan perundang-undangan.

Sementara terhadap Raperda Pengelolaan Air Limbah Domestik, Noormiliyani menyatakan, sangat diperlukan.

"Agar pemkab memiliki dasar hukum yang jelas dan lebih proaktif untuk mengatur, menyelenggarakan, dan mengendalikan kegiatan pengelolaan air limbah domestik serta pemanfaatan sarana dan prasarana air limbah domestik, dapat terjamin, berdaya guna dan berkelanjutan," pungkasnya. (aol)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved