Berita Kriminal

Gegara Tertangkap Basah Curi Solar, Karyawan Tambang di Tabalong Ketahuan Simpan Sabu

Dua proses hukum pidana kini harus dihadapi, ES alias Guiteres (36), warga Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Kalsel.

Penulis: Dony Usman | Editor: M.Risman Noor
Humas Polres Tabalong
Pelaku sabu ES alias Guiteres (36), warga Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Dua proses hukum pidana kini harus dihadapi, ES alias Guiteres (36), warga Sulingan, Kecamatan Murung Pudak, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Karyawan perusahaan tambang ini bersama rekannya, YN (39) warga Desa Warukin Kecamatan Tanta, Kabupaten Tabalong, terlebih dulu tertangkap basah saat curian solar milik PT Adaro Indonesia.

Saat ditangkap dan digeledah, ternyata pelaku ES kedapatan memiliki narkotika berupa paketan sabu-sabu.

Atas temuan inilah, selain jalani pemeriksaan di Satreskrim Polres Tabalong, kini pelaku ES juga sedang ditangani Satnarkoba Polres Tabalong.

Baca juga: Mengaku Guru Spiritual, Pria Asal Sungai Salai Tapin Kalsel Setubuhi Anak Bawah Umur

Baca juga: 21 Saksi Diperiksa, Penyidik Ditreskrimum Polda Kalsel Perpanjang Penahanan Tersangka Arisan Online

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, melalui, PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong, Aipda Irawan Yudha Pratama, Minggu (14/8/2022), membenarkan pelaku ES saat ini juga diproses dalam kasus kepemilikan sabu-sabu.

"Penangkapan awal terjadi, Jumat (12/8/2022) pagi atas dugaan pencurian solar," katanya.

Disampaikannya, setelah tertangkap basah membawa solar curian, pelaku ES dan rekannya sempat digelandang ke kantor security A5 sebelum dibawa ke Mapolres Tabalong.

Petugas pengamanan kemudian melakukan pemeriksaan pada tas warna hijau yang saat itu sedang digunakan pelaku ES.

Semula tidak asa yang mencurigakan, tetapi setelah senter warna hitam yang ada di dalam tas diperiksa barulah ketahuan pelaku membawa sabu-sabu.

Atas temuan paketan sabu yang disimpan dalam senter warna hitam tersebut, petugas melaporkan ke Satresnarkoba Polres Tabalong.

"ES ini adalah karyawan salah satu perusahaan tambang di Tabalong, yang didapati membawa diduga narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu," ungkapnya.

Dari hasil pengakuannya, pelaku ES mwmbenarkan sabu-sabu tersebut miliknya yang dibeli melalui telepon dari seseorang yang tidak dikenal seharga Rp 3,1 juta.

"Saat ini ES sudah diamankan di Polres Tabalong untuk proses hukum lebih lanjut," tegasnya.

Adapun barang dalam kasus narkoba bagi pelaku ES ini berupa 1 buah tas warna hijau, 1 plastik besar yang berisi 3 plastik klip kecil, 1 buah senter warna hitam.

Juga ada 2 buah handphone warna hitam , 1 plastik klip berisi diduga narkotika golongan 1 jenis sabu-sabu dengan berat bersih 2,23 gram. (banjarmasinpost.co.id/donyusman)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved