Berita Banjarmasin

PascaSungai Alalak Tercemar Minyak, Warga Mandi di Sungai Rasakan Gatal hingga Panas Pada Kulit

Panas hingga gatal-gatal, dirasakan oleh Ijah, warga menggunakan air untuk mandi di Sungai Alalak, Jalan Tembus Perumnas,

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id
Sisa minyak HSFO yang mencemari Sungai Alalak juga terlihat pada rumput di sisi sungai. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Panas hingga gatal-gatal, dirasakan oleh Ijah, warga yang bermukim di bantaran Sungai Alalak, Jalan Tembus Perumnas, Kelurahan Sungai Miai, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalsel.

Hal tidak biasa itu sudah dialaminya beberapa hari terakhir, pasca Sungai Alalak tercemar oleh tumpahan minyak.

Bahan bakar cair jenis High Sulfur Fuel Oil (HSFO) tersebut tumpah mencemari Sungai Alalak, sesaat setelah kapal yang menampung minyak tersebut karam.

"Kami di sini biasa mandi dan mencuci baju pakai air sungai. Saat tercemar mau tidak mau kami tetap menggunakan, ternyata dampaknya seperti ini," katanya, Senin (15/8/2022).

Baca juga: Kebakaran di HSU Kalsel, Satu Unit Gedung PAUD di Desa Kaludan Besar Hangus Terbakar

Baca juga: Jumlah Polisi Langgar Kode Etik Kasus Kematian Brigadir J Bertambah, Simak Daftar 4 Pamen Terlibat

Bukan hanya merasa tidak nyaman karena air sungai tercemar, Ijah dan warga lainnya juga mengeluhkan bau tidak sedap meski berada di dalam rumah.

Terlebih pada pagi hari, ketika air sungai mengalami pasang.

"Kalau di dalam rumah, bau minyak ini seperti terkumpul, bahkan kami sampai batuk-batuk," ujarnya.

Keluhan yang sama juga diungkapkan oleh Fauzan (32) warga sekitar. Menurutnya ketika air pasang, bau minyak tercium semakin kuat.

"Apalagi waktu awal-awal itu saat air pasang, baunya tercium sekali. Tapi sekarang sudah agak berkurang," ungkapnya.

Meski demikian Fauzan tetap berharap agar, pencemaran minyak di Sungai Alalak bisa secepatnya tertasi.

"Ya inginnya bisa cepat hilang minyak-minyak ini, supaya sungai di sini bersih lagi seperti semula," harapnya.

Pantauan di lapangan, terlihat masih ada sisa minyak HSFO yang mencemari Sungai Alalak beberapa hari lalu tersebut.

Minyak masih menempel pada tumbuhan dan sampah, yang ada di sisi-sisi Sungai Alalak.

Tidak hanya itu, sisa minyak juga masih terlihat menempel pada tongkat podasi rumah warga, yang ada di bantaran sungai.

Air sungai yang mengalir juga masih terlihat membawa sisa minyak tersebut. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved