Kampusiana

Buka Prodi Baru Sarjana Kebidanan & D4 Anastesim, Ini Penjelasan Dekan FKIK UM Banjarmasin

FKIK Universitas Muhammadiyah Banjarmasin tahun ini membuka prodi S1 Kebidanan dan Prodi D4 Anestesiologi

Penulis: Muhammad Rahmadi | Editor: Hari Widodo
Solikin untuk Bpost
Dekan FKIK UM Banjarmasin, Solikin Ns M Kep Sp Kep MB.   

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Sesuai dengan Undang-Undang Nomor 04 Tahun 2019 tentang Kebidanan, pada Tahun 2026 mendatang seorang bidan harus bergelar Strata Satu (S1), agar bisa membuka Bidan Praktik Mandiri (BPM).

Menjawab tantangan tersebut, pada Tahun Akademik 2022-2023 ini, Fakultas Keperawatan dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Universitas Muhammadiyah (UM) Banjarmasin membuka Program Studi (Prodi) S1 Kebidanan.

Prodi ini pun terbilang langka untuk wilayah Kalimantan Selatan, karena hanya ada di dua  perguruan tinggi.

"Untuk angkatan pertama ini kami menerima 40 sampai 50 mahasiswa, sampai akhir September nanti," kata Dekan FKIK UM Banjarmasin, Solikin Ns M Kep Sp Kep MB, Selasa (16/8/2022).

Baca juga: BTalk, Dekan FKIK UM Banjarmasin Solikin Sebut Banyak yang Fobia Dengar Proses Cuci Darah

Baca juga: Dosen Keperawatan Gawat Darurat FKIK UM Banjarmasin Latih Relawan Tangani Korban Kecelakaan

Selain S1 Kebidanan, pada tahun ini FKIK UM Banjarmasin juga membuka Prodi D4 Anestesiologi. Prodi baru ini diklaim hanya ada satu dan pertama ada di Pulau Kalimantan.

Solikin mengatakan, dibukanya Prodi D4 Anestesiologi berangkat dari tidak adanya pendaftar dengan bidang keahlian tersebut, pada setiap seleksi CPNS di Kota Banjarmasin.

"Selama ini tidak ada pendaftarnya, karena memang tidak ada orang yang memiliki kompetensi keahlian anastesi, kecuali lulusan luar Kalimantan," jelasnya.

Untuk itu Solikin berharap agar peluang ini bisa dimanfaatkan oleh calon mahasiswa lokal, sehingga tidak perlu lagi jauh-jauh kuliah ke luar daerah.

"Sekarang di Kalsel sudah ada, tidak perlu keluar daerah seperti Pulau Jawa bila ingin menjadi Sarjana Kebidanan dan Sarjana Terapan Anastesi," ujarnya.

Meski baru, Soliki memastikan bahwa kedua Prodi tersebut sudah memiliki status akreditasi baik.

Baca juga: Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Banjarmasin Laksanakan Praktikum Offline

Tidak hanya itu, Solikin juga menjamin bahwa kualitas pendidikan yang diberikan oleh FKIK UM Banjarmasin bisa disejajarkan dengan universitas ternama di Pulau Jawa.

"Setelah SK nya keluar, secara otomatis dua Prodi ini sudah mendapat akreditasi minimal, dalam hal ini baik," terang Solikin. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved