Tajuk

Bukan Sekadar Perayaan

Salah satu cara untuk mempertahankan kemerdekaan itu adalah menjunjung tinggi NKRI.

Editor: Eka Dinayanti
MC Pemkab Banjar
Aksi grup kesenian senoman hadrah tampil memukau dalam event Festival Budaya Banjar 2022 yang merupakan rangkaian memeriahkan peringatan HUT RI ke-77 dan Hari Jadi Kabupaten Banjar ke-72, Senin (25/7/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - KAMI bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia.

Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Inilah teks proklamasi kemerdekaan Indonesia. Mungkin teks ini sudah ‘dilupakan’ oleh sebagian generasi muda kita.

Teks ini pertama kali dikumandangkan oleh Ir Soekarno sebagai Presiden pertama Indonesia, pada 17 Agustus 1945, di Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta.

Pada HUT ke-77 Republik Indonesia, Rabu 17 Agustus 2022, teks proklamasi kemerdekaan Indonesia akan kembali dikumandangkan pada Peringatan Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di halaman Istana Merdeka, Jakarta.

Tak hanya di Istana Merdeka, peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia atau HUT Kemerdekaan RI juga secara serimonial dilakukan di kantor pemerintahan dan swasta.

Biasanya usai acara serimonial kemudian dilanjutkan dengan acara hura-hura.
Selain itu berbagai lomba unik dan menarik, seperti panjat pinang, lomba makan kerupuk, dan lomba balap karung.

Namun memperingati hari kemerdekaan bukan sekadar perayaan, tetapi lebih dari itu.

Setidaknya ada dua makna di balik perayaan kemerdekaan itu, yakni mengingatkan kita, khususnya generasi muda, untuk mempertahankan kemerdekaan sekaligus mengisi kemerdekaan.

Mengapa mempertahankan kemerdekaan? Kemerdekaan Republik Indonesia ini bukan hadiah dari bangsa lain.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved