Kriminalitas Tabalong

Pencuri Brangkas Dana BLT Desa Hapalah Tabalong Diringkus di Kalteng, Satu Pelaku Ternyata Ketua RT

Setelah dua pekan dalam pelarian, dua pelaku pencurian uang BLT Desa Hapalah Tabalong dibekuk.

Penulis: Dony Usman | Editor: Eka Dinayanti
Humas Polres Tabalong
Barang bukti pekaku pencurian brangkas berisi dana BLT di Desa Hapalah Kecamatan Banua Lawas Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Setelah hampir dua pekan menggasak brangkas berisikan uang dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) Desa Hapalah, Kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Kalsel, dua pelaku dibekuk petugas gabungan.

Sementara satu pelaku lainnya lagi yang diduga juga turut terlibat dalam pencurian brangkas ini dan identitasnya sudah dikantongi, masih dalam pencarian petugas kepolidian.

Dua pelaku yang diamankan, KH alias Prabu (25), warga Desa Tuhuran, Kecamatan Haur Gading, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) dan MR alias Pakno (41), warga Desa Hapalah, kecamatan Banua Lawas, Kabupaten Tabalong, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kedua pria ini dibekuk Satreskrim Polres Tabalong yang dipimpin Kasat Reskrim Iptu Galih Putra Wiratama, dibantu Polsek Kelua, Polsek Banua Lawas dan Polsek Banua Lima Polres Barito Timur Polda Kalteng, Rabu (16/8/2022) malam.

Baca juga: Aksi Pencurian di Tambang Adaro Tabalong, Pelaku Ketangkap Basah Bawa Solar

Petugas gabungan berhasil meringkus kedua pelaku ini saat berada di sebuah warung di Km 42 kecamatan Banua Lima, Kabupaten Barito Timur (Bartim), Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng).

Parahnya, ternyata dari kedua pelaku yang diamankan tersebut satu diantaranya, yakni MR alias Pakno, merupakan ketua RT dari lokasi pembobolan yang dilakukan para pelaku.

Pelaku KH alias Prabu dan MR alias Pakno diduga melakukan pencurian uang BLT yang disimpan dalam brankas di Kantor Desa Hapalah, Kamis (4/8/2022) pagi.

Kapolres Tabalong AKBP Riza Muttaqin, melalui PS Kasubsi Penmas Sihumas Polres Tabalong, Aipda Irawan Yudha Pratama, Kamis (18/8/2022), membenarkan satu dari pelaku yang diamankan merupakan oknum Ketua RT setempat.

Disampaikannya, pencurian brangkas ini baru diketahu saat pelapor yang juga sebagai kepala desa datang ke kantor desa.

Saat itu melihat pintu utama kantor desa sudah keadaan terbuka dan kunci pintu dalam keadaan rusak.

Pelapor curiga dan memeriksa barang yang ada di dalam kantor dan setelah dicek brangkas yang berisikan sejumlah uang yang letaknya di dalam ruangan kepala desa sudah tidak ada ditempat.

Brangkas tersebut diketahui menyimpan dana program BLT yang akan dibagikan ke penerima Jumlah uangnya sebanyak Rp 58.810.000.

Merasa telah terjadi pencurian dan brangkas hilang, kepala desa kemudian langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.

Petugas kepolisian yang mendapatkan laporan langsung melakukan pendalaman dan serangkaian proses penyelidikan.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved