Bisnis

SUTT 150 kV Selaru-Sebuku Selesai, Peluang Terbuka Investor di Kotabaru

Sekda Kotabaru Said Akhmad mengapresiasi pembangunan infrastruktur listrik dengan adanya pembangunan SUTT, kelistrikan di Kalsel makin prima.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/Helriansyah
Sekda Kotabaru H Said Akhmad. 

BANJARMASINPOST, BANJARMASIN - Peluang investasi di Kalsel termasuk di sektor kelistrikan masih terbuka bagi para investor.

Termasuk ketika Pemkab Kotabaru di Kalimantan Selatan dalam pembangunan Saluran Untuk Tenaga Listik tegangan tinggi (SUTT) 150 kV Selaru-Sebuku selesai terbangun.

Menurut, Sekda Kotabaru Said Akhmad mengapresiasi pembangunan infrastruktur listrik negara itu, kata dia, dengan adanya pembangunan SUTT, maka sistem kelistrikan di Kalsel semakin prima, terutama di daerahnya.

“Dengan adanya SUTT ini juga memancing investor masuk ke Kecamatan Sebuku. Karena syarat untuk menetapkan cost murah itu salah satunya pelayanan listrik murah dari PLN, selama ini perusahaan yang ada berjalan juga dengan cost yang tinggi, menggunakan solar dan batubara untuk energi listrik mereka,” kata dia.

Baca juga: Komisi III DPRD HST Sebut Sudah Sering Minta, Pemkab Belum Perbaiki Jalan Mantaas

Baca juga: Terbalik di Jalan A Yani Km 40 Martapura, Sopir Truk Tangki Bermuatan Bio Solar Mengaku Mengantuk

Dijelaskan dia, di Pulau Sebuku itu, terdapat kawasan industri yang ditetapkan oleh pemerintah, yakni Industri Sebuku. Area Industri Sebuku itu, terdapat banyak perusahaan dengan operasional tinggi, PT Sebuku Iron Lateritic Ores (SILO).

“Hal ini juga pastinya akan berdampak juga bagi masyarakat dan bagi pemerintah daerah. Karena akan lebih banyak investasi yang masuk. PAD juga akan bertambah, ada pemberdayaan masyarakat dan pengangguran juga pastinya akan berkurang disana. Selain itu, dampak positif lainnya adalah internet, yang juga akan mulai masuk di Sebuku,” runutnya.

Artinya, dengan adanya pembangunan SUTT ini bisa mendongkrak lagi perekonomian di Kota Baru, “Kami dari Pemkab Kotabaru menyambut baik hal ini," ujarnya.

Terlebih, kata Said, untuk masyarakat di Pulau Sebuku, di sana hanya bisa menikmati listrik selama 12 jam per hari karena keterbatasan suplai listrik.

"Jam 17.00 sore sudah mati lampu di sana. Kami berharap, dengan adanya pembangunan SUTT ini, masyarakat di 12 desa di sana, mendapatkan listrik 24 jam,” ujarnya.

Dari catatan PT PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Kalimantan Bagian Timur (KLT) di sana terdapat 1.981 pelanggan PLN yang belum maksimal, karena letak geografis pulau yang sulit diakses pembangunan infrastruktur listrik. Maka hanya bertahan dengan Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD).

General Manager PT PLN UIP KLT Josua Simanungkalit menambahkan SUTT Selaru-Sebuku yang saat ini hampir 70 tahap pengerjaan akan selesai pada akhir 2022.

Menyusul SUTT itu selesai, maka listrik 24 jam akan bisa dinikmati masyarakat. "Misi pembangunan SUTT, ini jelas untuk mewujudkan konsumsi listrik yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat," ujar Josua.

Josua yakin, jika SUTT tersebut beroperasi, maka pembangunan daerah sekitar akan meningkat karena didukung sistem kelistrikan yang lebih andal, hingga berimbas pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

SUTT 150kV Selaru-Sebuku ini memiliki panjang 74,92 kilometer sirkit (kms), saat ini terus berproses pembangunan 111 tower yang menyeberangi Selat Sebuku.

"Akan terus kita kawal semua proses dengan baik, agar pembangunan ini bisa berjalan lancar sesuai rencana," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved