Berita Banjarmasin

Waspada Jamur Kapang di Pakaian Bekas, Dinas Kesehatan Banjarmasin Angkat Bicara

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, angkat bicara terkait temuan jamur kapang yang ditemukan pada pakaian bekas layak pakai

Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id/Muhammad Rahmadi
sejunlah pengunjung bazaar, saat sedang memilih pakaian bekas, Jalan Veteran Banjarmasin, samping Kantor Koramil Banjarmasin Timur 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Banjarmasin, angkat bicara terkait temuan jamur kapang yang ditemukan pada pakaian bekas layak pakai, yang dinilai dapat menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

Sebelumnya pada pemberitaan, Kementerian Perdagangan (Kemendag) melakukan pemusnahan 750 bal pakaian bekas yang diduga asal impor senilai Rp 8,5 miliar.

Pemusnahan tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Kemendag dalam penegakan hukum terkait dengan pelanggaran di bidang perdagangan dan perlindungan konsumen.

Pakaian bekas merupakan barang yang dilarang impornya berdasarkan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 40 Tahun 2022 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 18 Tahun 2021 Tentang Barang Dilarang Ekspor dan Barang Dilarang Impor.

Baca juga: Truk Tangki Bermuatan Bio Solar Terbalik, Evakuasi Tunggu Muatan Dipindahkan

Baca juga: Semarak HUT Kemerdekaan Indonesia 2022, Model Cilik Tampil Berbusana Daur Ulang  

Berdasarkan hasil pengujian yang dilakukan di Balai Pengujian Mutu Barang, sampel pakaian bekas yang telah diamankan tersebut terbukti mengandung jamur kapang.

Cemaran jamur kapang berpotensi menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan, seperti gatal-gatal dan reaksi alergi pada kulit, efek beracun iritasi, dan infeksi karena pakaian tersebut melekat langsung pada tubuh.

Sementara di Banjarmasin saat ini sedang ramai warga Banjarmasin yang berburu pakaian bekas bermerk dengan harga yang murah, lantas bagaimana tanggapan Dinkes Banjarmasin?

Sekretaris Dinkes Kota Banjarmasin, dr. Dwi Atmi Susilastuti mengatakan, pakaian yang sudah terkena jamur kapang tidak akan menyebabkan reaksi alergi pada kulit apabila penanganannya benar.

"Sebetulnya kalau sudah dicuci bersih menggunakan deterjen, dikeringkan , apalagi kemudian disetrika, jamur ini cenderung tidak menyebabkan gangguan pada kulit," jelasnya, Kamis (18/8/2022) siang.

"Dengan catatan, sudah dicuci bersih hingga disetrika, kalau masih ada meninggalkan bekas, itu jarang menyebabkan kasus penyakit kulit," lanjutnya.

Suasana di Pasar Pagi Banjarmasin, Minggu (16/1/2022), di pasar ini terdapat pakaian bekas dengan harga murah.
Suasana di Pasar Pagi Banjarmasin, Minggu (16/1/2022), di pasar ini terdapat pakaian bekas dengan harga murah. (banjarmasinpost.co.id/muhammad rahmadi)

Disamping merapikan, baju yang disetrika itu dapat menghilangkan penyebab bakteri yang membuat penyakit kulit dengan panas yang disebabkan setika itu.

Oleh sebab itu, ia menyampaikan, harus dipastikan terlebih dahulu, apakah itu jamur kapang atau hanya noda bekas jamur kapangnya saja.

"Bekas noda itu tidak menyebabkan penyakit kulit, tapi mungkin hanya saja barangkali yang memakai merasa risih dari segi estetika pakaian," tuturnya.

dr. Dwi sapaan akrabnya menyampaikan, beda halnya jika pakaian yang sudah dipakai, tidak dicuci, bau, jamuran, dan sebagainya itulah yang cenderung menimbulkan penyakit kulit.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved