Berita Banjarmasin

Cek Sipol, Nama ASN Hingga Staf Bawaslu di Kalsel Diduga Dicatut Jadi Anggota Parpol

Bawaslu Kalsel beserta jajaran Bawaslu kabupaten/kota di Kalsel terima pengaduan masyarakat terkait dugaan pencatutan nama sebagai anggota Parpol

Penulis: Achmad Maudhody | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Erna Kasypiah, Ketua Bawaslu Kalsel 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Baru pada tahapan verifikasi, indikasi kecurangan sudah bermunculan diduga dilakukan oleh sejumlah partai politik (Parpol) calon peserta Pemilu Serentak Tahun 2024.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) beserta jajaran Bawaslu kabupaten/kota di Kalsel menerima pengaduan dari masyarakat terkait dugaan pencatutan nama sebagai anggota Parpol. 

Ketua Bawaslu Kalsel, Erna Kasypiah mengatakan, sudah ada 6 laporan dan pengaduan masyarakat diterima terkait hal ini. 

"Laporan diterima ada di Kabupaten Tabalong sudah 6 orang, 2 ASN (aparatur sipil negara) dan 4 masyarakat umum," kata Erna dikonfirmasi Banjarmasinpost.co.id, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Satu Nama Pegawai KPU Kabupaten Tanahlaut Muncul di Sipol, Begini Klarifikasi yang Disampaikan

Baca juga: Daftar Pemilih Tetap Pulaulaut Sigam dan Pulaulaut Utara Kalsel Bergantung Sipol

Pengaduan itu diterima dari posko pengaduan di Bawaslu Tabalong, dimana memang di tahap ini Bawaslu seluruh kabupaten/kota di Kalsel membuka posko pengaduan. 

Bahkan yang lebih mengherankan, tak cuma masyarakat umum yang namanya dicatut namun ada pula staf Bawaslu yang juga namanya dicatut sebagai anggota Parpol. 

Empat nama tersebut yakni Staf Keamanan Bawaslu Kalsel, Ardaniansyah, Kasubbag Pengawasan dan Humas Bawaslu Banjarmasin, Dewi Muliani, Staf Bawaslu Kabupaten Balangan, Khaerul Tamimi dan Staf Bawaslu Kabupaten Tanah Laut, Al Khairi. 

Padahal kata Erna, mereka tidak merasa dan tentunya tidak diperkenankan dalam aturan menjadi anggota Parpol apapun. 

Hal ini diketahui setelah Bawaslu Kalsel memerintahkan seluruh staf hingga di tingkat kabupaten/kota untuk mengecek nama masing-masing apakah tertera di Sistem Informasi Partai Politik ( Sipol) milik Komisi Pemilihan Umum (KPU) atau tidak. 

"Setelah dapat akses Sipol awal Agustus yang lalu, kami menginstruksikan kepada Bawaslu kabupaten/kota termasuk komisioner dan sekretariat untuk mengecek nama masing-masing, apakah terdaftar di sipol atau tidak," terang Erna. 

Meski belum membeberkan Parpol apa yang diduga mencatut nama keempat staf Bawaslu tersebut, namun Erna mengatakan, Parpol yang dimaksud ada yang merupakan Parpol lama dan ada pula Parpol baru. 

Atas hal tersebut, selain berkoordinasi dengan KPU Kalsel, Bawaslu Kalsel juga menyampaikan laporan tersebut ke Bawaslu RI. 

"Nanti dari Bawaslu RI juga menyampaikan ke KPU RI bersama laporan dari Bawaslu Provinsi lainnya," ujar Erna.  

Bagi masyarakat yang namanya dicatut, selain melaporkan ke Bawaslu, Erna juga menyarankan untuk mengisi formulir pelaporan sesuai mekanisme KPU, tentunya pelaporan bakal terus didampingi oleh Bawaslu. 

Baca juga: Daftar Partai Politik Masuk Sipol 2024, KPU Nyatakan 9 Parpol Pemain Baru Hadapi Persiapan Pemilu

Anggota Bawaslu Provinsi Kalsel Koordinator Divisi Hukum, Hubungan Masyarakat dan Data Informasi, Nur Kholis Majid menambahkan, Bawaslu mengimbau masyarakat yang tidak merasa sebagai anggota Parpol untuk proaktif mengecek nama masing-masing di Sipol KPU. 

"Khususnya juga kepada kepada ASN, Anggota TNI dan Polri  untuk mengecek apa namanya ada dalam Sipol," kata Nur Kholis. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody) 

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved