Kriminalitas Kalsel

Komplotan Penipuan Penjualan Mobil di Banjarbaru Dibongkar, Satu Pelaku Tahanan dari Samarinda

Resmob Polres Banjarbaru menggulung komplotan penipu penjualan mobil salah satu pelaku adalah tahanan di Rutan Kelas IIA Samarinda

Penulis: Milna Sari | Editor: Irfani Rahman
tribunnews.com
Ilustrasi pelaku kejahatan ditangap. Petugas resmob Polres Banjarbaru menangkap komplotan penipuan mobil 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - komplotan penipu penjualan mobil berhasil diungkap Unit Resmob Polres Banjarbaru.

Menarik komplotan penipu ini beranggotakan anggota lintas provinsi yakni Kalsel dan Kaltim. 

Tak hanya itu, satu diantara komplotan penipu ini ternyata  juga seorang tahanan di Rutan Kelas IIA Samarinda.

Kapolres Banjarbaru AKBP Dody Harza Kusuma melalui Kasi Humas, AKP Tajudin Noor Jumat (19/8/2022) komplotan tersebut melakukan kasus penipuan uang sebesar Rp 70 juta dengan modus jual beli mobil yang menimpa korban bernama Zanuar Efendi warga Sei Rancah RT 001 RW 001 Keluraha Palam, Kecamatan Cempaka Kota Banjarbaru, berhasil diungkap

Baca juga: Dua Pembobol Bengkel di Kuin Cerucuk Banjarmasin Dibekuk Polisi,  Beraksi Dengan Rusak Gembok Pintu

Baca juga: Wali Kota Banjarbaru Aditya Mufti Ariffin Serahkan Bantuan Bedah Rumah untuk Dua Lansia 

Pelaku yang diamankan tim gabungan berjumlah 7 orang pada Kamis (18/8/2022) dini hari, adapun tempat kejadiannya di Bank BRI unit Guntung Payung Kota Banjarbaru. Pada Rabu (10/8/2022) sekira pukul 13.00 Wita.

Adapun ke 7 pelaku berinisial A (33) alisa Bain, MMM (19) alias Amat, AP (42) alias Amang Cupang, S (34) alias Noting, RS (26) alias Eki, MS (26) dilakukan penahanan di Polres Hulu Sengai Selatan dan MAA (23) dilakukan penahanan di Polres HSS

"Saat ini masih menjalani proses pemeriksaan penyidik," ujarnya.

Kasi Humas menjelaskan kasus penipuan terjadi bermula pada Rabu (10/8/2022), korban ingin membeli mobil Mitsubishi Grand Max ke pelaku yang mengaku atas nama Ardi dengan menawarkan mobil tersebut seharga Rp. 90 juta melalu aplikasi pesan. Proses tawar menawarpun terjadi, pelaku dan korban sepakat dengan harga Rp. 70 juta

Setelah mentransfer uang ke rekening atas nama Aldian Sanjaya, nomor Hp korban langsung diblok.

"Dirugikan korban langsung melaporkan ke Polres Banjarbaru guna proses lebih lanjut," jelasnya.

Menanggapi laporan tersebut Polres Banjarbaru dibackup Tim Macan Kalsel, Resmob Polres HSS serta Resmob Polresta Samarinda melakukan penyelidikan dan mengumpulkan informasi dan didapati salah satu pelaku berada di Samarinda.

Baca juga: 41 Sekolah di Banjarmasin Terima Penghargaan Perintis Sekolah Sadar Hukum dan HAM

Baca juga: Tak Hanya Patroli Rutin Jaga Keamanan Wilayah, Polsek KPL Ini Juga Berbagi Nasi Bungkus ke Warga

Kemudian Polres Banjarbaru dibackup Resmob Polresta Samarinda melakukan pengejaran terhadap salah seorang pelaku dan berhasil mengamankan disebuah kos-kosan berinisial MS (26) yang berperan sebagai pencari nomor rekening dan memindah dana hasil kejahatan tersebut bekerjasama dengan RS (26) yang saat itu ditahan di Rutan Kelas IIA Samarinda.

"Dari keterangan RS (26) dirinya melakukan aksi dengan beberapa teman, A alias Bain, MMM alias Amat, AP alias Amang Cupang dan S alias Noting, mereka mengakui semua perbuatannya," bebernya.

"Satu orang pelaku dan barang bukti diamankankan 5 pelaku lainnya masih menjalani perkara lain di Rutan Kelas IIA Samarinda," tambahnya.

Pelaku menjelaskan bahwa setelah mendapatkan uang hasil kejahatan tersebut kemudian uang tersebut di bagi rata oleh para pelaku dan uang tersebut sudah habis di gunakan untuk keperluan hari dan juga judi online.

Dengan demikian, untuk mempertanggung perbuatannya ke 7 pelaku dijerat Pasal 378 KUHP.

( Banjarmasinpost.co.id / Milna)

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved