Opini

Kemerdekaan dan Politik Indonesia

EMHA Ainun Nadjib atau Cak Nun memberikan perumpamaan bahwa kemerdekaan bukan karena Bung Karno dan Bung Hatta namun karena semangat jiwa rakyat

Editor: Irfani Rahman
istimewa
Teguh Pamungkas,Pengkaji masalah sosial kultural 

Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun menggambarkan perumpamaan, sinar matahari merupakan petunjuk Tuhan kepada manusia. Posisi bulan sama halnya manusia. Manusia sebagai khalifah di bumi, lebih khusus lagi penghuni di Indonesia. Bulan laiknya insan-insan yang diberi kepercayaan untuk merawat keberlangsungan di bumi. Sedangkan bumi adalah lahan garapan dari manusia, maka tebarkanlah kebaikan-kebaikan saat mengelola lahan garapan. Isilah kemerdekaan yang bisa mengantarkan kita pada kesejahteraan.

Kemerdekaan yang diraih bukan karena Bung Karno. Kemerdekaan didapatkan lain karena Bung Hatta. Namun kemerdekaan dicapai oleh semangat jiwa dan raga seluruh umat manusia Indonesia. Elemen rakyat Indonesia dengan beragam latar belakang sosial, suku bangsa, ras dan agama secara bersama-sama memekikan gema merdeka.

Realita tak bisa sampai di situ saja. Karena kemerdekaan niscaya tak bisa diraih tanpa adanya campur tangan Tuhan, dengan skenario Ilahi maka semua yang mustahil dapat menjadi kenyataan. Pada alinea ketiga Pembukaan UUD 1945 termaktub, “atas berkat rakhmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Selanjutnya para Bapak Bangsa (founding father) merumuskan falsafah hidup bangsa Indonesia dan lahirlah Pancasila. Pancasila merupakan pandangan hidup yang memiliki fungsi utama sebagai dasar negara. Kedudukan Pancasila paling tinggi sebagai sumber dari segala sumber hukum atau sumber hukum dasar nasional dalam tata hukum di Indonesia. Lantas seperti apa kita meneruskan estafet kemerdekaan bangsa ini, terutama membangun bangsa melalui jalur politik?

Beberapa lembaga survei telah melakukan survei untuk mengetahui siapa yang memiliki elektabilitas tinggi di bursa pemilihan capres. Tingkat ketertarikan atau keterpilihan tinggi baik seseorang, lembaga atau parpol dalam memilih calon yang ia kehendaki.

Melalui media, sejumlah lembaga survei mengumumkan sejumlah nama tokoh yang menempati urutan teratas elektabilitas calon presiden. Mereka diprediksi menuju pemilihan umum 2024 yang akan datang. Seperti apakah peta pemilu dan pilpres ke selanjutnya? Elektabilitas tinggi tak menjamin kuasa, popularitas tidak menentukan pemenang. Seiring waktu tentunya politik dinamis terus terjadi perubahan.

Politik Damai
Ujaran kebencian atau hate speech tentu berbeda dengan kebebasan berbicara (freedom of speech). Ujaran atau kata-kata, perilaku, tulisan yang merupakan pengaktualan seseorang karena memiliki niat untuk menyampaikan sesuatu. Tentunya bertujuan memperoleh dampak tertentu, baik secara langsung maupun tak langsung.

Sangat bermanfaat apabila penyampaian pesan dengan mengedepankan budaya toleransi, menjelaskan informasi yang sehat dan menginspirasi banyak orang. Terlebih dalam pemaparannya tanpa ada kebencian, fitnah, ataupun kekerasan. Konsep pemikiran politisi dan parpol disampaikan secara jelas dan terarah yang berupa visi dan misi.

Politik berasal dari bahasa Yunani, dari kata polis yang berarti kota atau negara kota. Kemudian berkembang menjadi polites yang berarti warga negara. Menurut teori klasik Aristoteles, politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama. Politik merupakan cara hidup orang berkelompok untuk menentukan keputusan. Di mana keputusan dibuat berdasarkan kesepakatan antar manusia dalam hidup bersama.

Karena itu, sudah semestinya politik berisikan materi dua sisi yang saling mengikat. Yakni mengisi kemerdekaan Indonesia dengan berpolitik yang mengajarkan edukasi dan memberikan informasi bagi masyarakat. Merdeka dan politik merupakan media dalam pemahaman masalah hak, kewajiban dan tanggung jawab setiap warga negara pada kehidupan bermasyarakat dan bernegara.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved