Berita Batola

Seru Ratusan Guru Ikuti  Lomba di Porseni Pertama MKKS Batola, Adu Kemampuan Olahraga

Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se Kabupaten Barito Kual menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di SMAN 1 Marabahan,begini keseruannya

Penulis: Muhammad Tabri | Editor: Irfani Rahman
banjarmasinpost/muhammad tabri
Keseruan lomba berlogo pada Porseni MKKS SMA di Batola 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA se Kabupaten Barito Kuala untuk pertama kalinya menggelar Pekan Olahraga dan Seni (Porseni) di SMAN 1 Marabahan, Sabtu (20/8/2022).

Kegiatan Pekan Olahraga dan Seni (Porseni)   ini setidaknya diikuti 160 peserta dari 18 SMA yang tersebar di Batola, mulai dari Kecamatan Kuripan hingga Kecamatan Tabunganen turut mengirimkan perwakilannya.

Ketua MKKS Batola, Arjudin mengungkapkan kegiatan ini terlaksana untuk kali pertama, bahkan se- Kalimantan Selatan.

Tujuannya tidak lain, yakni untuk merekatkan kebersamaan sesama guru-guru, mewadahi minat dan bakat dalam olahraga dan seni, serta mempererat silaturrahmi.

Baca juga: Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas di Pinggir Jalan Anjir Muara Kalsel, Diduga Korban Tabrak Lari 

Baca juga: Terpengaruh Miras, Oknum Mahasiswa di Banjarbaru Lakukan Pencabulan Anak, Ini Modusnya

Baca juga: Selain Menggeledah Kantor Mardani H Maming di Batulicin, KPK Juga Periksa Para Saksi di Polda Kalsel

"Untuk perlombaan ada tiga cabang olahraga, yaitu teniis meja, balogo dan catur. Sedangkan seni lomba vocal menyanyi lagu daerah," ungkap Arjudin, saat ditemui  di sela perlombaan.

Kepala Sekolah SMAN 1 Mandastana ini pun berharap, kegiatan serupa bisa digelar lebih meriah lagi, baik di tingkat kabupaten dengan tambahan cabang olahraga maupun seni, atau di tingkat Provinsi Kalsel sekaligus.

Sementara itu, dikatakan Fahrurrazi, guru SMAN 1 Rantau Badauh, pihaknya turut menyambut baik kegiatan yang berlangsung.

Karena dengan Porseni ini menjadi momen yang bagus untuk sharring dengan sesama tenaga pendidik dalam terus berupaya mengembangkan pendidikan di sekolah masing-masing.

"Kita antusias mengikuti Porseni ini, tadinya cuman bisa melihat bagaiman cara bermain logo, kali ini berkesempatan mencoba," bebernya.

Guru Agama Islam ini pun menambahkan, sebagai bentuk pelestarian permainan Tradisional, bisa saja cabang olahraga ini dijadikan bahan pembelajaran di sekolahnya.  Sehingga menambah kreativitas peserta didik. 

( Banjarmasinpost.co.id/MuhammadTabri) 
 

Dapatkan informasi lainnya di Googlenews, klik : Banjarmasin Post

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved