Berita HST

Jembatan Gantung di Desa Kadundung HST Ambruk, Warga Kesulitan Berangkat ke Kebun

Di desa Kadundung RT 01, Kecamatan Labuanamas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebuah jembatan gantung juga ambruk.

Penulis: Hanani | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id
Kondisi jembatan gantung di RT 01 Desa Kadundung, Kecamatan Labuanamas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah yang putus akibat diterjang arus sungai, Minggu (21/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Dampak meluapnya air sungai pada Kamis 18 Agustus 2022 lalu, tak hanya hanyutnya jembatan darurat di Desa Patikalain dan patahnya jembatan di Desa Tilahan, Kecamatan Hantakan. Di desa Kadundung RT 01, Kecamatan Labuanamas Utara, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, sebuah jembatan gantung juga ambruk, setelah bagian ujungnya mengalami hantaman arus deras sungai.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, Minggu (21/8/2022), jembatan dengan panjang sekitar 20 meter lebar 150 sentimeter tersebut mengalami patah di bagian ujung sehingga tak lagi terhubung ke kebun warga.

Samsi, petani di desa setempat mengatakan jembatan gantung itu mengalami patah di bagian lantai setelah tali slingnya putus pada Kamis siang.

“Sebelumnya terjadi hujan deras, dan air sungai meluap, hingga arusnya menghantam jembatan,”tambah Jumiati warga lainnya. Kondisi di salah satu sisi sungai sendiri saat ini tersumbat material sampah berupa batang bambu sepanjang sekitar 500 meter.

Sedangkan di sisi lainnya, sungai menjadi daratan karena warga tak sanggup bergotong royong mengangkap tumpukan bambu yang memenuhi sungai tersebut.

Baca juga: Masa SHGB Berakhir, Pemko Banjarmasin Ingin Kelola Sendiri Pasar Harum Manis

Baca juga: HUT Kemerdekaan Indonesia 2022 di Kelurahan Agung Tabalong, Sepeda Berhias Merah Putih

Jembatan gantung yang patah sendiri merupakan akses warga menuju kebun jagung, timun, cabai, terung dan sayuran lainnya. Juga akses menuju ke sawah-sawah di mana terdapat lahan pertanian.

Terputusnya akses ke kebun tersebut membuat warga kesulitan mengangkut hasil kebun. Warga harus melewati jalan alternatif ke jembatan kecil, yang jaraknya sekitar 500 meter dari jembatan gantung yang putus.

Namun, ada pula warga yang nekat menyeberang dengan menerabas tumpukan batang bambu, yang cukup membahayakan karena bisa melukai badan.

“Kami berharap, pemerintah membantu membersihkan sungai dari sampah bambu. Juga memperbaiki jembatan yang patah ini karena sangat penting bagi kami yang sehari-hari Bertani dan berkebun di seberang sungai ini,”tambah Istiqamah, warga Kadundung lainnya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved