Tips Sehat

Amankah Bagi Kesehatan Jika Minum Air Hujan, Ini Penjelasan Ahli

Apakah Air Hujan aman untuk diminum, ini penjelasan ahli mengenai amankan minum Air Hujan

Editor: Irfani Rahman
(UNSPLASH/ANNA ATKINS)
Ilustrasi hujan, air hujan. Amankan air hujan diminum,ini kata ahli 

"PFAS (bahan kimia dalam air hujan) juga cenderung menyebabkan kerusakan tambahan pada lingkungan, tetapi hal ini belum dipelajari secara rinci," ungkapnya.

Ilustrasi hujan lebat. Amankan air hujan di minum, ini hasil penelitiannya
Ilustrasi hujan lebat. Amankan air hujan di minum, ini hasil penelitiannya (SHUTTERSTOCK/CHOKCHAI POOMICHAIYA)

Dia menambahkan, risiko-risiko tersebut menyebabkan PFAA (perfluorinated alkyl acids) serta sebagian besar PFAS lainnya dilarang atau sangat dibatasi dalam 20 hingga 30 tahun terakhir, kecuali di China dan beberapa negara Asia lainnya.

"PFAS tidak mudah rusak, yang berarti mereka tetap berada di lingkungan (dalam waktu) lama setelah diproduksi dan sama beracunnya. Hal ini menyebabkan para ilmuwan menjuluki PFAS sebagai 'bahan kimia selamanya'," kata Cousins.
Tingginya kandungan zat kimia dalam air hujan

Dalam studi tersebut, para peneliti mengumpulkan data dari sampel air hujan yang dikumpulkan di seluruh dunia.

Kemudian, menemukan kandungan PFAS masih sangat tinggi dalam air hujan yang didapatkan dari banyak tempat di Bumi itu.

"Para ahli berharap bahwa konsentrasi PFAS mungkin sudah mulai menurun sekarang, tetapi ini jelas tidak terjadi," terang Cousins.

Sebaliknya, lanjut dia, tim menduga bahwa PFAS semakin menjadi zat yang tidak aman bagi manusia.

Temuan yang paling mengejutkan dalam studi ialah tingkat PFOA (perfluorooctanoic acid) dalam air hujan setidaknya 10 kali lebih tinggi dari batas aman yang ditetapkan Environmental Protection Agency (EPA).

Ini termasuk air hujan dari Dataran Tinggi Tibet dan Antartika.

Cousins berkata, tim peneliti masih belum yakin secara pasti bagaimana PFAS diangkut ke bagian paling terpencil di dunia.

"Mungkin juga PFAS masih bocor ke lingkungan dari tempat pembuangan sampah," tuturnya.

Da mencatat, masih terlalu dini untuk memprediksi dampak kesehatan masyarakat secara keseluruhan yang akan ditimbulkan oleh air hujan dengan kandungan PFAS di seluruh dunia, tetapi hal itu mungkin sudah berlangsung.

"Kita telah terpapar pada tingkat yang lebih tinggi selama 20 hingga 30 tahun terakhir. Kami baru memahami konsekuensi potensial dari paparan itu," jelas Cousins.

Sayangnya, walaupun air hujan diolah dengan benar masih belum ada jaminan bahwa PFAS akan hilang.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved