Kuliner

Kuliner Kalsel : Sudah Ada di Era 90-an, Camilan Jadul Khas Banjar, Masih Banyak Diminti

Camilan tradisional khas Banjar ternyata masih banyak disukai. Camilan tradisonal khas Banjar ini banyak ditemukan di pasar tradisional

Penulis: Salmah | Editor: Hari Widodo
banjarmasinpost.co.id/salmah saurin
Camilan tradisional khas Banjar tempo dulu yang masih diminati yang masih ditemukan di pasar tradisional Kampung Palam, Kecamatan Cempaka, Banjarbaru, Senin (22/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Hingga era 90-an berbagai camilan khas Banjar masih menjadi favorit anak-anak. Sekarang berbagai camilan pabrikan telah banyak dijual di warung-warung sehingga camilan tradisional khas Banjar 'terpinggirkan.'

Mencari camilan tradisional sekarang mesti ke pasar tradisional atau di kampung-kampung. Sebagaimana di pasar Kampung Palam, Kelurahan Palam, Kecamatan Cempaka, Kota Banjarbaru.

Alex, salah seorang pedagang camilan tradisional yang membuka lapak di pasar tersebut, menjual aneka camilan langka yang mungkin tidak banyak anak-anak milenial mengenal.

"Setiap Senin dan Rabu saya jualan di sini, alhamdulilah lumayan banyak pembelinya," kata Alex.

Baca juga: Kuliner Kalsel :  Warung Lauk dan Sayur Masak Siap Santap Jadi Solusi Pekerja, Harganya Murah Meriah

Baca juga: Bakal Jadi Pusat Kuliner, Halaman Panggung Gelora Marabahan Mulai Diperbaiki

Camilan yang ia jual antara lain bipang talipuk alias ulatih. Bahannya dari tumbuhan bunga teratai hasil olahan masyarakat Kabupaten Banjar daerah Desa Pingaran Ilir, Kecamatan Astambul.

Bipang beras juga ada. Bahannya dari beras yang diberi gula dan rasanya legit juga renyah.

Bipang talipuk sebungkus seharga Rp10 ribu dan bipang beras Rp5 ribu. Adalagi wadai bangkit Rp6000. Wadai satu kacang Rp6000, wadai sagu Rp 5000 serta kalambin dan wadai tambak anyar.

Baca juga: Kuliner Kalsel : Nikmatnya Kelapa Bakar di Desa Tayur HSU, Berkhasiat Untuk Tubuh

Sarah, pengunjung pasar, mengatakan, camilan tradisional memang tidak banyak yang menjual. Ia membeli beberapa bungkus sekalian agar anaknya nanti di rumah ikut mencicipi.

"Dulu masa kecil saya suka beli bipang dan wadai satu. Sekalian juga beli ini untuk nostalgia. Soalnya lama tidak makan ini," katanya. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved