Berita Banjarbaru

Sebanyak 114 Pasangan Nikah Siri di Banjarbaru Ikuti Sidang Isbat

Sebanyak 114 pasangan nikah siri mengikuti isbat nikah oleh Pengadilan Agama Banjarbaru di GOR Rudy Resnawan.

Penulis: Milna Sari | Editor: Alpri Widianjono
DISKOMINFO PEMKO BANJARBARU UNTUK BPOST
Keegiatan sidang isbat nikah digelar di GOR Rudy Resnawan, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (22/8/2022). 

BANJARMASINSPOST.CO.ID, BANJARBARU - Bersama sang istri, Ridho mendaftarkan diri untuk mengikuti sidang isbat nikah di GOR Rudy Resnawan, Kota Banjarbaru, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Senin (22/8/2022).

Pria kelahiran 2001 ini sebelumnya sudah menikah siri di 2017. "Waktu ini saya masih di bawah umur, 16 tahun waktu nikah, jadi bisanya nikah siri saja," ujar warga Jalan Golf Landasan Ulin ini.

Pria beranak satu ini mengatakan sebelumnya sudah pernah mengurus, namun waktu itu permohonannya ditolak lantaran belum cukup umur. "Mendengar ada sidang isbat terpadu ini baru kami ikut lagi," ujarnya.

Ia mengikuti sidang isbat dengan menggunakan surat pengantar tidak mampu dari kelurahan. Lantaran ia yang Hanyar bekerja sebagai buruh lepas dan istrinya yang hanya ibu rumah tangga.

"Alhamdulillah, bisa ikut yang terpadu jadi bisa diselesaikan di satu lokasi berkas-berkasnya," kata Ridho yang didampingi istrinya yang kompak memakai baju hitam putih ini.

Baca juga: Sidang Arisan Online di Banjarmasin Ditunda, JPU Menanggapi Pledoi Secara Lisan

Baca juga: Kumpul di Warung, Delapan Pelaku Judi Online di Kompleks Batola Residence Kalsel Diciduk Polisi

Sementara itu, Ketua Pengadilan Agama Banjarbaru, DR H Muhammad Najmi Fajri, menyebut, ada 114 pasangan nikah siri yang mengikuti isbat nikah oleh PA Banjarbaru.

Paling banyak dari lima kecamatan, yakni Cempaka sebanyak 52 pasangan, Landasan Ulin 24, Banjarbaru Utara 16, Banjarbaru Selatan 13 dan Liangganggang 9.

Sidang isbat nikah ini, jelas Najmi, merupakan solusi bagi pasangan yang tidak memilki buku nikah. Dengan mengikuti sidang isbat maka pernikahan pasangan sudah tercatat di data pemerintah.

"Sesuai aturan jika pernikahan harus tercatat, dan biasanya pasangan nikah siri yang melakukan isbat nikah ini mengalami kendala akan memasukkan anaknya ke sekolah, maka mengurus isbat nikah," urainya.

Perbedaan antara isbat nikah dengan nikah masal, jelas Najmi, adalah anak dari pernikahan siri di tahun tertentu akan sah menjadi anak keduanya dengan catatan nikah sesuai dengan waktu nikah siri

Baca juga: Razia Tempat Hiburan Malam, Polresta Banjarmasin Amankan Ratusan Botol Minuman Keras Tak Berizin

Baca juga: Pasien Covid-19 Sembuh di Kabupaten Tanah Laut Meningkat, 31 Orang Masih Menjalani Perawatan

Baca juga: Tiga Pasien Covid-19 Dirawat di RSUD Datu Sanggul Rantau Kabupaten Tapin

Sedangkan jika nikah masal, jika kedua pasangan sudah memiliki anak maka anaknya tidak tercatat sebagai anak keduanya.

Isbat nikah terpadu, lanjutnya, tetap berbayar. Kecuali, pasangan membawa surat keterangan tidak mampu. 

"Hari ini ada beberapa yang memakai surat keterangan tidak mampu. Jika melampirkan surat ini, maka tidak ada pembayaran apapun," katanya.

Menurut Najmi, masih ada pasangan nikah siri di Kota Banjarbaru yang belum mau mengikuti sidang isbat. "Karena ini hanya bagi yang mau saja," tambahnya.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved