Berita Banjarmasin

DLH Banjarmasin Pantau Pembersihan Sungai Alalak yang Tercemar Minyak Tumpahan Kapal

DLH Kota Banjarmasin akan memantau terus upaya perusahaan akibat dari minyak di kapalnya tumpah sehingga mencemari Sungai Alalak.

Penulis: Frans Rumbon | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/MUHAMMAD RAHMADI
Rumput menghitam akibat tercemar minyak HSFO, lokasinya di Sungai Alalak, Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (15/8/2022). Minyak tersebut tumpah dari tongkang yang oleng saat air sungai surut. 

BANJARMASINSPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Belum lama tadi Sungai Alalak Kota Banjarmasin dan sekitarnya tercemar akibat insiden tumpahnya minyak jenis High Sulfur Fuel Oil (HSFO).

Insiden tumpahnya minyak HSFO tersebut terjadi saat Rabu (10/8/2022) dimulai dari tepian Sungai Alalak di Kompleks H Anang Maskur, Kabupaten Barito Kuala ( Batola).

Penyebab minyak ini tumpah karena kondisi air sungai surut, kemudian kapal pun oleng hingga minyak HSFO pun tumpah hingga mencemari sungai.

Terkait hal ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banjarmasin sudah memanggil pihak perusahaan yang bertanggung jawab atas kejadian ini.

Kepala DLH Banjarmasin, Alive Yoesfah Love, menerangkan, bahwa pemilik kapal atau pemilik perusahaan sudah melakukan upaya pembersihan.

Baca juga: Tim DLH Kabupaten Batola Ampil Sampel Air Sungai Tercemar Minyak Tumpahan dari Kapal

Baca juga: Viral Kisah Pengantin Terpaut Jauh Usia di HSU Kalsel, Kakek Rusli Tak Percaya Ijah Minta Dikawini

Baca juga: Penuntut Umum KPK Ajukan Banding Atas Vonis Terdakwa Korupsi Bupati HSU Nonaktif Abdul Wahid

"Pihak yang bertanggungjawab sudah kami panggil, dan mereka sudah berkomitment untuk membersihkannya. Dan mereka meminta waktu sekitar dua minggu," ujar Alive.

Dibeberkan juga oleh Alive, proses pembersihan limbah minyak HSFO di aliran sungai tersebut dilakukan dengan memanfaatkan tanaman eceng gondok.

"Karena memang kita pun tidak punya alat untuk membersihkannya, jadi mereka membersihkan secara tradisional menggunakan eceng gondok yang ditebar di titik yang ada limbahnya, kemudian diambil," jelasnya.

Meskipun demikian, Alive menerangkan juga bahwa pihaknya akan kembali mengecek proses pembersihan.

"Nanti akan kita coba crosscek lagi, sampai mana sudah progress pembersihannya," katanya.

Baca juga: Polisi Dalami Kasus 2 Pekerja Tewas Tertimpa Bangunan di Cindai Alus Kota Martapura

Baca juga: Petugas KPH Kusan Sita Kayu Olahan Ilegal di Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu

Baca juga: Kecelakaan di 400 Trans Jorong, Pengemudi Minibus Diduga Ngantuk Hingga Mobil Oleng ke Lajur Kanan

Disinggung apakah ada pelanggaran terkait atas tumpahnya minyak HSFO tersebut, Alive pun mengisyaratkan tidak ada.

"Karena kalau dilihat dari kronologinya, tidak ada juga unsur kesengajaan," terangnya.

Disinggung mengenai pemilik dan juga perusahaan pada kejadian tumpahnya minyak HSFO tersebut, Alive pun mengaku tidak mengetahui secara pasti. "Karena, perusahaannya itu masuk wilayah Kabupaten Batola," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Frans Rumbon)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved