Berita HST

Pantau Lokasi Pembukaan Jalan Diduga Akses ke Batu Bara, Pemkab HST Sebut Sudah Dihentikan

Pemkab Hulu Sungai Tengah melalui Satpol PP melakukan pemantauan ke lokasi di sekitar Gunung Titi, PIhandam Kecamatan Limpasu, Selasa (23/8/2022).

Penulis: Hanani | Editor: M.Risman Noor
Satpol PP HST untuk banjarmasin post
Satpol PP bersama unsur Forkopimcam saat memantau lokasi parkirnya alat berat yang beberapa hari lalu membuka lahan untuk akses jalan di Desa Pihandam, Kecamatan Limpasu, Hulu Sungai Tengah, Selasa (23/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Menindaklanjut laporan warga dan Pambakal terkait dugaan adanya aktifitas alat berat membuka lahan untuk jalan yang diduga akses menuju lokasi lahan batu bara, Pemkab Hulu Sungai Tengah melalui Satpol PP melakukan pemantauan ke lokasi di sekitar Gunung Titi, PIhandam Kecamatan Limpasu, Selasa (23/8/2022).

Kepala Satpol PP HST Subhani, yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id mengatakan, kegiatan tersebut juga didampingi unsur Forkopimcam HST, terdiri Camat Limpasu, Danrami, Kapolsek Babinsa serta Kades setempat.

“Saat ke lokasi di sekitar Gunung Titi di Desa Pihandam, memang masih ada alat berat parkir. Tapi untuk aktivitas pengerukan lahan sudah berhenti,”katanya.

Dijelaskan, lokasi eskavator berada di sekitar kebun karet dekat gunung Titi. Namun, saat masuk ke lokasi sekitar dua kilometer dari Pihandam, tim tidak menemukan siapapun di tempat tersebut.

Diberitakan sebelumnya, Sabtu 20 Agustus 2022 ditemukan satu unit alat berat jenis eskavator melakukan pembersihan lahan di Desa Pihandam. Alat berat tersebut membersihkan rumput liar dan pohon-pohon di atasnya untuk mempermudah akses masuknya kendaraan.

Baca juga: Anak Muda Tabalong Inisiasi Gerakan Sedekah Sampah, Uang Hasil Penjualan Didonasikan

Baca juga: Penyerapan Anggaran Belum Capai Target, Kakanwil DJPb Kalsel Akui Baru 41,75 Persen

Kapolres HST melalui Kasi Humas Polres HST AKP SOebagijo dalam press rilis tertulisnya menyatakan Minggi 21 Agustus 2022, Kasatresrem AKP Antoni Silalahi didampingi Kapolsek Limpasu Iptu Rojikin mendatangi lokasi dan memeriktahkan pemilik lahan menghentikan kegiatan alat berat dan melakukan penyelidikan.

SOebagijo pun memastikan, sejauh ini tidak ditemukan adanya penampungan batu bara, pemanfaatan batu bara, pengolahan dan pemurnian batu bara serta pengangkutan dan penjualan batu bara.

Dengan demikian, informasi adanya 3 eskavator yang melakukan penambangan secara illegal tidak benar dan tak sesuai fakta di lapangan.

“Kami tidak melakukan penyitaan dan memerintahkan aktivitas alat berat berhenti karena belum ada tidak pidana terjadi. Tapi lebih kepada mencegah agar tidajl terjadi pelanggaran hukum atau illegal mining seperti di khawatirkan oleh masyarakat,”kata SOebagijo. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved