Berita Batola

Tim DLH Kabupaten Batola Ampil Sampel Air Sungai Tercemar Minyak Tumpahan dari Kapal

Petugas DLH Kabupaten Batola ambil sampel air yang tercmar minyak tumpahan kapal di Sungai Alalak dan Sungai Awang.

BANJARMASINPOST.CO.ID/NOORHIDAYAT
Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Kuala (Batola), didampingi petugas Satpolair, bersama pihak perusahaan melakukan pengambilan sampel air yang tercemar minyak tumpahan dari kapal, Selasa (23/8/2022). 

BANJARMASINSPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Barito Kuala ( Batola) menyisir sungai yang tercemar tumpahan minyak High Sulfur Fuel Oil (HSFO).

Mereka mengambil sampel kedua di aliran Sungai Alalak hingga Sungai Awang yang masuk wilayah Kota Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), Selasa (23/8/2022).

Tercemarnya air sungai itu terjadi saat Rabu (10/8). Tongkang berisi minyak miring akibat kondisi air sungai tiba-tiba surut di tepian Sungai Alalak, Kabupaten Batola. Persisnya, di kawasan Kompleks H Anang Maskur. 

Insiden tersebut menyebabkan minyak yang tumpah, sekitar tiga sampai lima ton. 

Hampir dua pekan berselang, sejak peristiwa terjadi, jajaran petugas DLH Kabupaten Batola bersama jajaran Satpol Air setempat kembali memantau perairan.

Baca juga: Viral Kisah Pengantin Terpaut Jauh Usia di HSU Kalsel, Kakek Rusli Tak Percaya Ijah Minta Dikawini

Baca juga: Penuntut Umum KPK Ajukan Banding Atas Vonis Terdakwa Korupsi Bupati HSU Nonaktif Abdul Wahid

Kepala DLH Kabupaten Batola, Fahriana menjelaskan bahwa sudah ada pengurangan pencemaran. Setidaknya, itu dilihat dari kasat mata. 

"Karena sudah ada usaha dari pihak perusahaan. Salah satunya, dengan mengikat minyak melalui metode penebaran enceng gondok," jelasnya.

Kemungkinan aliran air yang tercemar tumpahan minyak itu bisa digunakan untuk mandi, cuci , kakus (MCK), Fahriana belum berani memastikannya. 

"Kami masih mengambil sampel yang kedua. Sedangkan hasilnya baru bisa diketahui sepekan ke depan," bebernya.

Dirinya berharap, ke depan agar pihak perusahaan bisa mengikuti SOP yang berlaku. Selain pengelolaan lingkungan, juga dalam hal bongkar muat pun mesti harus diperhatikan. "Harus berpedoman dengan pengelolaan lingkungan," tegasnya.

Baca juga: Polisi Dalami Kasus 2 Pekerja Tewas Tertimpa Bangunan di Cindai Alus Kota Martapura

Baca juga: BREAKING NEWS : Tertimpa Material Bangunan Ruko di Martapura Kalsel, Dua Pekerja Bangunan Tewas

Sedangkan tindaklanjut, pihaknya merencanakan pertemuan dalam waktu beberapa pekan ke depan. Utamanya, terkait pengawasan perusahaan-perusahaan di Kabupaten Batola

"Kalau misalnya ada kejadian serupa yang terulang, untuk sanksi pasti ada. Tapi sebelumnya, kami bersinergi dahulu ke instansi terkait. Tapi kami harapkan tidak terjadi lagi hal serupa," tukasnya.

Di tempat yang sama, selaku pihak perusahaan, Kepala Cabang Banjarmasin PT Intim Putra Perkasa, Teguh Santoso,  menekankan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi. 

Sebanyak delapan armada dikerahkan untuk membersihkan area yang tercemar. Pembersihan dilakukan secara berkesinambungan, sejak awal mula peristiwa itu terjadi. 

Besok, pihaknya menambah armada dan petugas lagi untuk mengambil minyak yang menempel di tanaman yang ada di pinggir sungai.

Baca juga: Petugas KPH Kusan Sita Kayu Olahan Ilegal di Mantewe Kabupaten Tanah Bumbu

Baca juga: Terapkan Restorative Justice, Polres Batola Tutup Kasus Pencurian Kotak Amal Masjid di Tamban

"Akan kami bersihkan sepenuhnya. Kami bersihkan secepat mungkin. Bila ada keluhan masyarakat, kami siap bertanggungjawab. Tidak hanya di wilayah Kabupaten Batola, tapi juga Kota Banjarmasin atau seluruh kawasan yang terdampak," janjinya.

( Banjarmasinpost.co.id/Noorhidayat)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved