Berita Kalsel

Wakil Gubernur Kalsel Sebut Penanganan Stunting Perlu Susu Mahal, Cukup Sekali Sehari

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalsel, Muhidin mengatakan penanganan stunting tak bisa maksimal jika tanpa dukungan anggaran besar.

Penulis: Milna Sari | Editor: M.Risman Noor
Setwapres RI
Istri Wakil Presiden RI Hj. Wury Estu Handayani didampingi Ketua TP PKK Kota Banjarbaru, Vivi Zubedi Mufti Ariffin saat memberikan vitamin A kepada salah satu anak di Posyandu Kenanga. Foto – Setwapres RI 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Penanganan stunting di Kalimantan Selatan diharapkan mendapatkan dana yang lebih besar dari CSR perusahaan.

Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kalsel, Muhidin Selasa (23/8/2022) mengatakan penanganan stunting tak bisa maksimal jika tanpa dukungan anggaran yang besar.

"Saya sudah melakukan survei jika pemuda-pemuda yang kini tubuhnya tinggi ternyata semasa kecilnya minum susu yang cukup mahal, misalnya Pediasure dan Morinaga," katanya.

Karenanya anak yang rentan stunting di Kalimantan Selatan katanya nantinya diusahakan mendapatkan bantuan susu golongan mahal tersebut.

"Tapi nanti bentuknya saset, jadi diminum cukup satu kali sehari," ujarnya.

Baca juga: Ditapung Tawar Wali Kota Banjarmasin Ibnu Sina, Armada Baru Damkar Resmi Beroperasi

Baca juga: Penerapan Keadilan Restoratif, Pria Desa Mandiangin Lukai Polisi Batal Jalani Penuntutan

Meski begitu tambahnya anak juga tetap harus mendapatkan asupan nutrisi dari makanannya selain dari susu.

Kebijakan terbaru kata wakil Gubernur Kalsel ini adalah bantuan CSR perusahaan untuk penanganan stunting juga akan satu pintu ke Pemprov Kalsel, tidak lagi ke kabupaten kota.

"Karena ada daerah yang tidak memilki perusahaan besar, kan kasian, jadi bantuan untuk penanganan stunting akan dikumpulkan satu pintu di Pemprov Kalsel dan dari Pemprov nantinya akan disebarkan ke seluruh kabupaten kota," paparnya.

Terhimpun bantuan susu formula yang ada di posyandu di Banjarbaru kini adalah Morinaga Chil Go. Susu ini berdasarkan harga di situs belanja online Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per 300 gram untuk anak di atas satu tahun. Susu ini juga kategori susu Morinaga yang lebih murah dibandingkan platinum dan gold yang harga per 400 gram mulai dari Rp 82 ribu.

Sementara untuk harga susu Pediasure berdasarkan data situs belanja online Rp 110 ribu hingga Rp 130 ribu per 400 gram.

Diketahui empat daerah di Kalimantan Selatan masuk dalam zona merah atau daerah dengan kasus tertinggi stunting.

Berdasarkan data Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021 yang dipaparkan BKKBN Provinsi Kalimantan Selatan pada Juni lalu ada empat wilayah di Kalsel yang masuk zona merah stunting. Keempatnya masuk dalam 76 kabupaten/kota diantara 246 daerah di 12 provinsi prioritas di tanah air.

Empat zona merah tersebut memiliki kisaran prevalensi kasus stunting di atas 30 persen.

Padahal ambang batas yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia atau WHO untuk kasus stunting hanya berkisar diangka 20 persen. Sehingga daerah dengan kasus stunting hingga di atas 30 persen ditetapkan sebagai zona merah.

Sementara zona kuning di Kalsel ada di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan (HSS), Hulu Sungai Utara (HSU) Tabalong, Kotabaru dan Kota Banjarmasin yang rata-rata memiliki prevelensi 20 - 30 persen.

Sedangkan daerah berstatus hijau dengan prevalensi sekitar 10 - 20 persen yakni Kota Banjarbaru. Menyusul Kabupaten Tanah Bumbu 18,7 persen dan masuk kategori terendah di Kalsel. (Banjarmasinpost.co.id / Milna)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved