Tajuk

Era Siaran Digital

Pemerintah akan menghentikan siaran televisi (TV) analog atau Analog Switch Off (ASO) tahap kedua pada Kamis, 25 Agustus 2022.

Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
Ilustrasi-Tajuk BPost Cetak Edisi Rabu (24/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pemerintah akan menghentikan siaran televisi (TV) analog atau Analog Switch Off (ASO) tahap kedua pada Kamis, 25 Agustus 2022.

Pada penghentian siaran TV analog tahap 2 ini, sebanyak 31 wilayah di 110 kabupaten atau kota akan ikut terdampak. Termasuk lima daerah di Kalimantan Selatan (Kalsel) yakni Banjarmasin, Banjarbaru, Tanahlaut, Banjar, dan Baritokuala (Batola).

Dengan diterapkannya kebijakan ini, masyarakat di daerah-daerah tersebut tidak akan lagi bisa menikmati siaran televisi berbasis analog, yang memang sudah ketinggalan zaman.

Sekadar diketahui, siaran TV analog ini biasanya didapatkan dari antena yang dipasang dan disambungkan ke TV jenis tabung.

Teknologi tua ini mulai diadopsi pada 1941 dan menjadi semakin populer pada Perang Dunia II. Namun kualitas warna pada siaran TV Analog ini tidak ditambahkan sejak 1953. Hal itu pun menjadi kelemahan utama sistem ini.

Kini seiring perkembangan teknologi, migrasi siaran TV ke digital pun menjadi keniscayaan. Masyarakat harus mau menerima perubahan ini secara sukarela atau ‘dipaksa’.

Mereka harus membeli televisi berbasis digital, atau jika masih menggunakan televisi tabung setidaknya memiliki perangkat pendukung seperti set top box (STB) dan antena digital, agar tetap bisa nonton acara di televisi.

Apalagi, siaran televisi digital konon menyuguhkan gambar lebih jernih dan memiliki banyak keunggulan lain, lantaran memanfaatkan akses layanan internet.

Mengutip penjelasan Staf Khusus Menkominfo RI Bidang Komunikasi Politik, Philip Gobang di website kominfo.go.id, migrasi siaran analog ke digital akan memberikan banyak manfaat, khususnya makin mempermudah akses internet hingga menumbuhkan ekonomi digital.

Jika pandai memanfaatkan ini, peluang UMKM-UMKM menembus pasar nasional dan global melalui akses internet yang cepat tentunya makin terbuka.

Pembangunan ekosistem digital yang beberapa tahun terakhir terus dikebut pemerintah pun akan makin kokoh.

Era siaran digital memang tidak bisa dihindari. Sebagai masyarakat, kita tentu harus mengikuti kebijakan pemerintah ini. Apalagi, ada bantuan yang diberikan bagi warga kurang mampu dengan menyediakan STB gratis.

Namun, tentunya kemajuan teknologi ini tetap harus disikapi secara bijak. Jangan sampai, kemudahan mengakses siaran digital yang berbasis internet, malah membawa efek buruk terhadap budaya, sosial dan akhlak masyarakat di Tanah Air. Tetaplah selektif dan bijak memilih tayangan televisi yang ditonton. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved