Tarif Baru Ojol

Simak Tarif Baru Ojek Online, Terhitung Berlaku Senin 29 Agustus 2022

Kenaikan tarif ojek online atau ojol dipastikan naik. Pemerintah menetapkan tarif baru ojol berlaku Senin 29 Agustus 2022.

Editor: M.Risman Noor
Humas Gojek Indonesia Timur
Momen HUT ke-77 Kemerdekaan RI Mitra Gojek menggelar kegiatan sosial. Tarif ojek onlie akan naik terhitung Senin 29 Agustus 2022. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Kenaikan tarif ojek online atau ojol dipastikan naik. Pemerintah menetapkan tarif baru ojol berlaku Senin 29 Agustus 2022.

Simak aturan penerapan tarif baru ojek online dengan adanya batas bawa dan atas.

Pemerintah menerapkan ada 3 zona diberlakukan untuk penerapan tarif baru ojek online.

Penerapan dipastikan berlaku setelah tertunda yang sebelumnya hendak diterapkan 14 Agustus 2022.

Baca juga: Warga Kian Berminat Beralih ke TV Digital, Penjulan Set Top Box Meningkat di Banjarmasin

Baca juga: Anggaran Hibah Polri 2023 dari Pemkab HSS Masih Dibahas Tim Anggaran Pemerintah Daerah

Aturan terkait tarif ojol naik ini tertuang dalam Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor 564 Tahun 2022 Tentang Pedoman Perhitungan Biaya Jasa Penggunaan Sepeda Motor yang Digunakan untuk Kepentingan Masyarakat.

Peraturan terkait tarif ojol naik ini terbagi dalam 3 zona berbeda yang terdiri dari biaya jasa dengan batas bawah dan atas, serta biaya jasa minimal per 5 km.

Berikut perincian tarif baru ojek online pada aturan Keputusan Menteri Perhubungan (KM) Nomor KP 564 Tahun 2022 yang berlaku Senin (29/8/2022)

1. Zona I Sumatra, Bali, Jawa (selain Jabodetabek).

Biaya jasa batas bawah: Rp 1.850/km

Batas atas: Rp 2.300/km

Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara: Rp 9.250-Rp 11.500

Baca juga: KAPOLRI Bilang Om Kuat Sempat Kabur setelah Jadi Tersangka, Sosok Skuat Lama Langsung Ditangkap

2. Zona II (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi)

Biaya jasa batas bawah: Rp 2.600/km

Batas atas: Rp 2.700/km

Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara: Rp 13.000-Rp 13.500.

Driver ojol online grab dan gojek di Banjarmasin menyambut gembira rencana kenaikan tarif ojek online.
Driver ojol online grab dan gojek di Banjarmasin menyambut gembira rencana kenaikan tarif ojek online. (banjarmasinpost.co.id/mia maulidya)

3. Zona III (Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku serta Papua)

Biaya jasa batas bawah: Rp 2.100/km

Batas atas: Rp 2.600/km

Biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara: Rp 10.500-Rp 13.000

Sebelumnya, Kementrian perhubungan telah melakukan pengunduran terhadap pemberlakuan tarif baru ojol ini, yang diputuskan pada tanggal 14 Agustus untuk menerapkannya.

Adapun batas waktu bagi aplikasi untuk menerapkan tarif baru mundur ke 29 Agustus 2022 atau 25 hari kalender sejak aturan KM 564 ditetapkan peda 4 Agustus 2022 lalu.

Baca juga: Jhonlin Group Bantu 1.400 Nelayan, PKL dan Guru Ngaji Dapatkan Program BPJS Ketenagakerjaan

Rencana penerapan kenaikan tarif Ojek Online ditunda yang semula rencana diterpkan 14 Agustus, ditunda ke 29 agustus.

Rencana kenaikan ini. Juga muncul keresahan dari petugas ojek online. Tetmasuk petugas grab online, yang biasa mangkal di KFC.

"Menurut saya baiknya, kalau mau dinaikkan pihak aplikasi memahami kondisi kami di lapangan. Baiknya jangan dinaikkan tapi dipotong dari penghasilan aplikasi saja atau pajaknya. Biasanya kan jika antar Rp 10 ribu, masuk di aplikasi Rp 2500, dan sisanya ke kami selalu di lapangan. Nah baiknya tarif itu diambil dari potongan aplikasi itu saja yang dipotong," kata Andi petugas grab.

Dia mengaku jika tarif dibaikkan maka akan berimbas kepada pengguna atau pelanggan.

"Ini saja masih sepi. Makanan pun terkadang kami antar. Kalau naik ini saya yakin jelas beeimbas kepada pelanggan," kata Andi.

Baim Wong dan pengemudi ojek online. Kini tarif ojek online akan naik mulai 29 Agustus 2022 mendatang.
Baim Wong dan pengemudi ojek online. Kini tarif ojek online akan naik mulai 29 Agustus 2022 mendatang. (YouTube Baim Paula)

Tidak hanya dari grab, tapi Ojek online dari Gojek juga sama. "Harapan kami juga tidak naik pak. Harap dipertimbangkan karena ini pasti akan pengaruh kepada pelanggan," jelas Suriadi yang sudah joint di gojek sejak 2010 silam.

Dikonfirmasi hal ini, Regional Manager Corporate Affairs Gojek East Indonesia, Kurniawan Iskandar Dinata, membagikan rilis keterangan dari Rubi W. Purnomo, selaku SVP Corporate Affairs Gojek Indonesia.

"Dalam melaksanakan usaha, Gojek senantiasa mematuhi peraturan pemerintah. Sesuai arahan pemerintah yang terbaru, pelaksanaan ketentuan dalam KP 564/2022 diberikan masa tenggang 25 hari kalender sejak ditetapkan," ujar Rubi dalam rilisnya.

Sesuai petunjuk dari Kementerian Perhubungan, sambung dia, perpanjangan masa tenggang ini akan kami pergunakan untuk melakukan persiapan dan sosialisasi kepada pengguna aplikasi termasuk mitra driver.

"Gojek terus memonitor persiapan dan perkembangan yang ada, serta berkoordinasi dengan pemerintah sehingga dapat tetap memberi manfaat kepada seluruh masyarakat termasuk mitra driver dan pelanggan Gojek," sebutnya.

Baca juga: Harga Emas Antam Hari Ini Rabu 22 Agustus 2022, Simak Harga Dari 0,5 Gram - 1 Kilogram

Sebagaimana diketahui, pemerintah berencana akan menaikkan tarif ojek online. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Hendro Sugiatno mengatakan, aturan baru ini menjadi pedoman sementara bagi penetapan batas tarif atas dan tarif bawah ojek online. "Dalam KM Nomor KP 564 Tahun 2022 ini kami telah melakukan evaluasi batas tarif terbaru yang berlaku bagi ojek online. Selain itu sistem zonasi masih berlaku 3 zonasi," kata Hendro dalam keterangan tertulis, Senin (8/8/2022).

Driver ojol online grab dan gojek di Banjarmasin (banjarmasinpost.co.id/mia maulidya)

Dilansir KM Nomor 564 Tahun 2022, tarif ojek online dibagi menjadi tiga zonasi itu yakni:

a. Zona I meliputi: Sumatera, Jawa (selain Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dan Bali;

b. Zona II meliputi: Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi;

c. Zona III meliputi: Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua.

Kenaikan tarif ojol di Jabodetabek

Adapun besaran biaya jasa Zona II (Jabodetabek) mengalami kenaikan yaitu biaya jasa batas bawah menjadi sebesar Rp2.600/km dan biaya jasa batas atas menjadi sebesar Rp2.700/km.

Besaran biaya tersebut mengalami kenaikan tarif ojol dari aturan sebelumnya yaitu, biaya jasa batas bawah sebesar Rp 2.000/km dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.500/km. Kemudian, biaya jasa minimal mengalami kenaikan dari aturan sebelumnya yaitu antara Rp 8.000 sampai dengan Rp 10.000, kini menjadi antara Rp13.000 sampai dengan Rp13.500.

Kenaikan tarif ojol di Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga Papua

Besaran biaya jasa Zona I untuk wilayah Sumatera, Jawa selain Jabodetabek, dan Bali yaitu, biaya jasa batas bawah sebesar Rp1.850/km dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.300/km. Besaran biaya jasa batas bawah dan biaya jasa batas atas di Zona I tidak mengalami perubahan dari aturan sebelumnya.

Mitra pengemudi Grab diperlengkapi alat perlindungan diri, salah satunya masker. (Grab Indonesia)

Namun, kenaikan besaran biaya terjadi pada biaya jasa minimal yang sebelumnya antara Rp 7.000 sampai Rp 10.000, kini menjadi antara Rp. 9.250 sampai dengan Rp 11.500.

Sementara itu, untuk besaran biaya Jasa Zona III untuk wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua yaitu, biaya jasa batas bawah sebesar Rp2.100/km dan biaya jasa batas atas sebesar Rp2.600/km.

Besaran biaya ini tidak mengalami perubahan dari aturan sebelumnya. Namun, untuk biaya jasa minimal mengalami kenaikan dengan rentang biaya jasa antara Rp10.500 sampai dengan Rp13.000. Sebelumnya, biaya jasa minimal dengan rentang biaya jasa antara Rp 7.000 sampai dengan Rp 10.000.

Komponen biaya

Hendro mengatakan, dalam aturan tersebut disebutkan bahwa komponen biaya pembentuk tarif terdiri dari biaya langsung dan tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang dikeluarkan oleh mitra pengemudi dan sudah termasuk profit mitra pengemudi.

Sementara, biaya tidak langsung merupakan berupa biaya sewa penggunaan aplikasi perusahaan aplikasi paling tinggi 20 persen. "Biaya Jasa yang tertera pada lampiran merupakan biaya jasa yang sudah mendapatkan potongan biaya tidak langsung berupa biaya sewa pengguna aplikasi. Perusahaan Aplikasi menerapkan besaran biaya jasa baru batas bawah, biaya jasa batas atas, dan biaya jasa minimal berdasarkan sistem zonasi paling lambat 10 hari kalender sejak keputusan menteri ini ditetapkan,” ujarnya.

Selain itu, Hendro mengatakan, untuk menjamin kelangsungan usaha ojek online, besaran biaya jasa dapat dievaluasi paling lama setiap 1 tahun atau jika terjadi perubahan yang sangat berpengaruh terhadap kelangsungan usaha yang mengakibatkan perubahan biaya pokok lebih dari 20 persen.

"Dengan adanya penyesuaian biaya jasa ini, perusahaan aplikasi wajib melakukan peningkatan standar pelayanan dengan tetap memberikan jaminan terhadap aspek keamanan dan keselamatan," ucap dia. 

(cr10/tribun-medan.com)

Artikel ini telah tayang di Tribun-Medan.com dengan judul RESMI Tarif Ojek Online Naik per Senin 29 Agustus 2022, Ini Rincian Biayanya per Zona dan Kilometer

Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved