Kriminalitas Kalsel

Dilaporkan ke Polisi, Sales Perusahan di HST Ini Diduga Gelapkan Uang Perusahaan Rp 77,1 Juta

Tergiur uang puluhan juta,  seorang sales perusahaan PT KT &G Indonesia Depo Hulu Sungai nekat menggelapkan uang perusahaan

Penulis: Hanani | Editor: Hari Widodo
Humas Polres HST untuk BPost 
Barang bukti berupa nota penjualan yang disita Polres HST dalam kasus penggelapan uang perusahaan, Kamis (25/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Tergiur uang puluhan juta,  seorang sales perusahaan PT KT &G Indonesia Depo Hulu Sungai nekat menggelapkan uang perusahaan tempatnya bekerja.

Akibatnya, salses berinisial TF (36) dilaporkan ke Polres Hulu sungai Tengah (JHST) oleh pihak perusahaan dan saat ini kasusnya sedang dalam penyidikan. 

Kapolres HST AKBP Sigid Hariyadi melalui Kasi Humas Polres HST AKP Soebagijo, Kamis (25/8/2022) dalam press rilis secara tertulis menjelaskan, tersangka adalah warga Jalan berangas Barat Desa berangas Barat Kecamatan Alalak kabupaten Barito Kuala (Batola) Kalsel.

Perbuatan tersangka terungkap, saat dilakukan audit oleh  perusahaan yang beralamat di Jalan Pangeran Antasari Kelurahan Barabai Utara HST. Akibat ulah sales ini, perusahaan mengalami kerugian senilai Rp 77.154.500. 

Baca juga: Kendarai Mobil Diduga Hasil Penggelapan, Sopir dari Kabupaten Tabalong Ini Juga Miliki Sabu

Baca juga: Diberi Kerja, Pria Pagatan Tanbu Ini Malah Gelapkan Hasil Penjualan Lemari dan Karpet Milik Bosnya

"Berdasarkan hasil penyelidikan, pemeriksaan saksi-saksi serta tersangka dan barang bukti yang diamankan adalah berupa satu lembar surat keterangan sebagai karyawan tersebut slip gaji berkas hasil audit,"jelas Soebagijo.

Tersangka pun dijerat pasal 374 KUHP tentang penggelapan dalam jabatannya dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun. 

Disebutkan perbuatan itu berawal pada Oktober 2021 sampai November 2021. Saat itu TF yang merupakan karyawan perusahaan tersebut menjabat sebagai sales.

Tersangka melakukan penjualan barang milik perusahaan dengan cara kredit. Namun, uangnya tidak disetorkan kepada kasir PT. KT&G Indonesia Depo Hulu Sungai.

Baca juga: Kabur Gelapkan Uang Koperasi, Warga Tamiang Layang Kalteng di Tangkap Polisi di Rantau Kalsel

 Tanggal jatuh tempo uang hasil penjualan telah ditagih oleh tersangka namun tidak disetorkan ke pihak perusahaan sehingga berdasarkan hasil audit perusahaan mengalami kerugian Rp77.154.500.

Perbuatan tersangka dilaporkan ke Polres HST. Sampai saat ini tersangka masih dalam penyidikan Polres HST. (Banjarmasinpost.co.id/hanani)

 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved