BPOST CETAK

DPR RI dan Menteri ESDM Bahas Pertalite, Ketua Komisi VII Usul Rp 10 Ribu/Liter

Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto bahkan mengusulkan kenaikan harga pertalite sebesar 30 persen hingga menjadi Rp 10 ribu per liter

Editor: Hari Widodo
BPost Cetak
Banjarmasinpost Edisi Cetak Edisi, Kamis (25/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Keinginan pemerintah mengurangi subsidi sehingga menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) mendapat persetujuan sejumlah anggota DPR.

Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto bahkan mengusulkan kenaikan harga pertalite sebesar 30 persen hingga menjadi Rp 10 ribu per liter.

Menurutnya, meskipun melakukan kenaikan sebesar itu, pemerintah tetap memberikan subsidi kepada masyarakat. Pasalnya, harga keekonomian pertalite Rp 17 ribu per liter.

“Kenaikan bukan hapus subsidi,” ujar Sugeng dalam rapat kerja Komisi VII dengan Menteri ESDM Erick Thohir, Rabu (24/8).

Kendati dinaikkan menjadi Rp 10 ribu per liter, Sugeng meminta beberapa golongan harus diberikan akses untuk membeli pertalite seharga Rp 7.650 per liter. Mulai dari kendaraan roda dua, transportasi umum, hingga kendaraan yang mendukung ekonomi industri kecil menengah.

“Jadi Rp 7.650 itu hanya untuk kendaraan roda dua, angkot dan solarnya juga untuk truk roda 4 yang support ekonomi industri kecil menengah,” ujar Sugeng.

Usulan kenaikan harga Pertalite dari Sugeng langsung didukung rekannya Maman Abdurrahman. “Setuju! Mantap pak ketua! Harga naik bukan berarti hapus subsidi,” tegas Maman.

Meski begitu, Sugeng berharap apabila pemerintah masih mampu sebaiknya subsidi BBM dipertahankan. Hal itu untuk menahan tingkat inflasi.”Menurut hemat kita kalau memang windfall profit yang dinikmati pemerintah masih cukup, tahan saja dulu ini. Istilah politik ekonominya beli inflasi aja kita, subsidi beli inflasi,” ujar Sugeng.

Menurutnya, kenaikan harga Pertalite hingga 10 persen bisa meningkatkan inflasi sebesar 1,5 persen. “Kemampuan inflasi kita tak bisa lebih dari tujuh  persen. Hari ini sudah 4,9 persen,” jelas Sugeng.

Meski begitu, ada juga anggota Komisi VII yang menolak mentah-mentah kenaikan harga BBM. Syaikhul Islam mengatakan harga BBM tidak perlu naik. “Pandangan pribadi kami sebaiknya tidak ada kenaikan. Kalau disuruh milih, opsi pembatasan itu lah yang paling masuk akal,” tegas Syaikhul.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved