Berita Kriminal

Tertangkap Tangan Menambang Ilegal, 2 Unit Alat Berat Disita Polres Tapin

Selain mengamankan empat orang tersangka melakukan aktivitas pertambangan ilegal, polisi juga menyita dua unit alat berat. Kamis, (25/8/2022).

Penulis: Stanislaus Sene | Editor: M.Risman Noor
Banjarmasinpost
Dua unit alat berat dan tersangka penambang ilegal diamankan Polres Tapin. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Selain mengamankan empat orang tersangka melakukan aktivitas pertambangan ilegal, polisi juga menyita dua unit alat berat. Kamis, (25/08/2022).

Kedua unit alat berat yang langsung diamankan di Mapolres Tapin yakni excavator merk komatsu PC200 dan CAT 320 dan batubara sebanyak 900 ton.

Kapolres Tapin, AKBP Ernesto Saiser mengatakan dua unit alat berat yang diamankan ini berdasarkan hasil interogasi dari para tersangka merupakan alat sewaan atau rental.

"Untuk kepentingan pemeriksaaan lebih lanjut, pemilik alat-alat ini juga akan kita panggil," jelasnya.

Baca juga: Sebanyak 13 Paket Sabu Gagal Edar di Mataraman Kabupaten Banjar

Baca juga: Tim dari Kanwil Kemenkumham Kalsel dan Petugas Rutan Tanjung Gelar Razia dan Tes Urine

AKBP Ernesto mengatakan untuk dua unit alat ini apakah akan dikembalikan atau tidak kepada pemilik tergantung hasil penyidikan.

"Untuk mengembalikan alat ini tentu ada syarat-syarat obyektif. Artinya bila tidak mempersulit proses penyidikan akan kita kembalikan," jelasnya.

Ernesto mengatakan kembali atau tidak alat-alat ini tergantung penyidik.

"Selain alat yang diamankan, ada juga batubara hasil penambangan dan sudah dipasang garis polisi oleh anggota," jelasnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tapin, AKP Haris Wicaksono mengatakan untuk tersangka yang diamankan ada empat orang.

"Saat kita tiba di lokasi memang ada enam orang di lokasi penambangan tapi setelah diperiksa hanya empat orang yang ditetapkan jadi tersangka," jelasnya.

AKP Haris mengatakan dua orang lagi tidak ditetapkan jadi tersangka karena satunya tukang masak dan satunya lagi penjaga di lokasi.

"Dari hasil interogasi mendalam, memang batu bara hasil tambang tersebut belum sempat dijual karena belum laku dan lokasi sudah di pasang garis polisi," jelasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene).
 

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved