BTalk

BTalk, Tips dari Psikolog Kalsel Galuh Dwinta Sari Supaya Buah Hati Tidak Saling Iri

Dosen FKG ULM yang juga psikolog Kalsel, Galuh Dwinta Sari, minta orangtua agar memberi perhatian yang sama kepada anak-anaknya agar tidak muncul iri.

Penulis: Salmah | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/SALMAH SAURIN
Koordinator Konseling Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat (FKG ULM), Kalimantan Selatan (Kalsel), Galuh Dwinta Sari, MPsi, menjadi narasumber di acara Btalk mengenai buah hati tak saling iri yang dipandu host Banjarmasin Post, Tania Anggraini, Sabtu (27/8/2022) pukul 16.00 Wita. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mempunyai anak lebih dari satu pasti ramai.  Apalagi jika terjadi keributan di antara mereka, saling iri mendapa kasih sayang orangtua menjadi salah satu penyebabnya.

Lantas, bagaimana orangtua memberikan perhatian agar anak-anak tetap harmonis dan kompak?

Koordinator Konseling Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Lambung Mangkurat ( FKG ULM), Kalimantan Selatan (Kalsel), Galuh Dwinta Sari, MPsi, membahas hal tersebut pada acara BTalk, Sabty (27/8/2022) pukul 16.00 Wita.

Acara BTalk yang dipandu Tania Anggraini Jurnalis BPost ini disiarkan langsung dan bisa disaksikan di kanal Youtube Banjarmasin News Video, Instagram Banjarmasin Post dan Facebook BPost Online. 

Menurut psikolog di Kalsel ini, Galuh, adik iri sama kakak atau kakak iri sama adik adalah hal lazim dalam sebuah keluarga meski sebenarnya sifat iri itu tidak baik.

Baca juga: VIDEO HEBOH BANGET Sosok Polwan Usap Air Mata Setelah Irjen Ferdy Sambo Dipecat Tidak Hormat

Baca juga: Sasagun, Jajanan Jadul Dijual TP PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah di Pasar Murah Barabai

"Iri itu bisa bertendensi positif dan negatif, misal iri atas prestasi saudaranya, sehingga termotivasi untuk juga berprestasi. Itu positif saja. Adapula iri atas apa yang dimiliki saudaranya, itu bisa jadi negatif," ujarnya.

Sebagai orangtua harus aware (perhatian) terhadap situasi anak-anaknya. Jangan sampai mereka menjadi tidak rukun karena saling iri.

"Munculnya iri itu bisa karena faktor luar rumah dan dalam rumah. Contoh, anak melihat di luar rumah bagaimana sikap saling iri di lingkungan keluarga orang. Bisa juga karena di rumahnya sendiri orangtua tidak bisa berlaku adil sehingga anak-anak saling iri," papar Galuh.

Sebab itu, orangtua mesti menganalisa apa penyebabnya. Kalau itu karena sikap orangtua terhadap anak-anaknya maka harus diperbaiki.

"Orangtua mesti jadi teladan bagi anak. Sebab ayah dan ibu adalah panduan bagi mereka," terangnya.

Baca juga: Rumah Ambles di Kelayan B Kota Banjarmasin, Penghuni Hanya Sempat Selamatkan Laptop

Baca juga: Biaya Keberangkatan Naik, Kaltrabu Tetap Bisa Berangkatkan Ratusan Jemaah Umrah

Lalu, ketika anak iri dengan saudaranya, maka ayah dan ibu mesti bersikap netral. Jangan memihak salah satu agar tidak ada perasaan ketidakadilan.

"Orangtua mesti berlaku adil dan itu harus menyesuaikan fase usia perkembangan anak," pesan Galuh.

Adil dalam mengurus anak bukan berarti harus memperlakukan anak dengan cara yang sama. 

Jika ada masalah, pastikan untuk melihatnya dari sudut pandang masing-masing anak. 

Berlaku adil bisa membuat anak-anak merasa dihargai dan dimengerti. Juga, ini bisa menjadi contoh bagi anak untuk memperlakukan orang lain dengan adil pada porsinya. 

Baca juga: Diselamatkan KM Dharma Ferry 3, Empat ABK Ini Terapung di Atas Sekoci Terbalik di Selat Makassar

Baca juga: Hindari Pengendara Motor,  Truk Tangki Bermuatan Sokar Terperosok di  Jalan Arah Menuju Margasari

Penting pula bahwa ikhlaskan keadaan rumah yang ramai atas banyak anak kita yang merupakan anugerah Tuhan.

(Banjarmasinpost.co.id/Salmah Saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved