Berita HSU

Upaya Dispersip Kabupaten Hulu Sungai Utara Tingkatkan Minat Baca Masyarakat

Penyediaan sarana dan prasarana perpustakan sampai desa yang dilakukan Dispersip Kabupaten HSU makin meningkatkan minat baca masyarakat.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
BANJARMASINPOST.CO.ID/RENI KURNIAWATI
Perpustakaan bernama Berkah Ilmu berada di Kantor Kepala Desa Sungai Namang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan, Senin (1/8/2022). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Hulu Sungai Utara ( Dispersip HSU), Lailatanur Raudah, menyebut minat baca warga masuk dalam kategori mengalami peningkatan.

Hal itu terlihat dari jumlah pengunjung ke perpustakaan daerah untuk membaca, mulai dari tingkat SD hingga mahasiswa. Ditambah dengan banyaknya perpustakaan desa yang ada di hampir tiap desa.

Menurutnya, ada banyak faktor yang mempengaruhi meningkatnya Indeks Pembangunan Literasi (IPL) masyarakat Kabupaten HSU, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Beberapa di antaranya terkait sarana prasarana yang lengkap dan sumber daya manusia (SDM).

"Kami juga melakukan survei dari pengunjung yang dulunya per hari hanya puluhan pengunjung, sekarang per harinya bisa mencapai ratusan pengunjung." kata Lailatanur Raudah, Sabtu (27/8/2022).

Baca juga: Ayah 5 Kali Nodai Anak Kandung Berusia 15 Tahun Ditahan Polsek Liang Anggang Banjarbaru

Baca juga: Kementerian Agama Kalsel Duga Ada yang Borong Tiket Pesawat untuk Perjalanan Umrah

Baca juga: Biaya Keberangkatan Naik, Kaltrabu Tetap Bisa Berangkatkan Ratusan Jemaah Umrah

Selain itu, ada juga beberapa faktor untuk meningkatkan minat baca, di antaranya sosialisasi minat baca dan story telling yang terus dilakukan Dispersip Kabupaten HSU.

"Dengan sosialisasi ini, dapat mengurangi orangtuanya untuk memberikan gadget kepada anak. Serta, meningkatkan minat baca mulai dari usia dini." tambahnya.

Bahkan Dispersip Kabupaten HSU telah mengikuti era digital dan diminati pembaca milenial dengan mengembangkan aplikasi berbasis elektronik i-HSU.

"Buku elektronik sangat digunakan oleh anak-anak mahasiswa. Walapun buku yang tersedia di aplikasi belum sampai 1.000 lebih, tapi sudah bisa dibaca lewat smartphone," imbuhnya.

Selain menyediakan sumber-sumber bacaan informasi dan pengetahuan, perpustakaan juga memfasilitasi masyarakat dengan berbagai kegiatan pelatihan dan keterampilan berbasis inklusi sosial untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Baca juga: Tim Basarnas Banjarmasin Gelar Operasi Pencarian Korban KM Teman Niaga yang Tenggelam

Baca juga: Diselamatkan KM Dharma Ferry 3, Empat ABK Ini Terapung di Atas Sekoci Terbalik di Selat Makassar

Baca juga: Rumah Ambles di Kelayan B Kota Banjarmasin, Penghuni Hanya Sempat Selamatkan Laptop

Keberadaan perpustakaan desa juga sangat membantu. Pihak Dispersip Kabupaten HSU memberikan bantuan buku yang bukan hanya bisa dinikmati remaja, namun juga ibu rumah tangga.

Kegiatan membaca dimasukkan dalam program desa, seperti di Desa Sungai Namang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Perpustakaannya yang bernama Perpustakaan Berkah Ilmu Desa Sungai Namang yang berada di lingkungan kantor desa, sering menjadi tempat literasi ibu ibu dalam membuat makanan olahan. 

"Ibu-ibu sering berdiskusi untuk membuat makanan olahan, di antaranya adalah pendamping ASI atau peningkatan pemanfaatan hasil alam, dari resep-resep yang didapat dari buku yang dibaca di perpustakaan desa," ujarnya. 

(Banjarmasinpost.co.od/Reni Kurniawati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved