Ekonomi dan Bisnis

Warga Sungai Namang Kabupaten Hulu Sungai Utara Jual Cemilan Berbahan Teratai Melalui Online

Warga Desa Sungai Namang Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) berharap bantuan pemasaran dan promosi kue talipuk yang berbahan biji teratai.

Penulis: Reni Kurnia Wati | Editor: Alpri Widianjono
KEPALA DESA SUNGAI NAMANG UNTUK BPOST
Makanan olahan khas Desa Sungai Namang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), diikutkan dalam sebuah pameran. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, AMUNTAI - Sebagian warga Desa Sungai Namang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel), mengolah makanan ringan tradisional.

Saat ini, mereka mencoba memasarkannya secara lebih luas lagi.

Banyaknya tanaman teratai yang tumbuh di rawa-rawa daerah setempat, dimanfaatkan warga Sungai Namang untuk membuat makanan olahan.

Salah satunya adalah cemilan yang dibuat dari bahan biji teratai atau warga biasa menyebutnya dengan talipuk.

Talipuk diambil dari pangkal bunga teratai yang dikeringkan. Selain mengumpulkan bunga teratai, mereka bisa juga langsung membeli di pasar yang saat ini juga sudah cukup banyak dijual dengan harga Rp 40.000 per liter.

Baca juga: Mitra Ojol di Martapura Berharap Kenaikan Tarif akan Diiringi dengan Promo untuk Pelanggan

Baca juga: Tarif Ojol Mulai Besok Senin 29 Agustus 2022 Resmi Naik, Simak Rincian Kenaikannya per Zonasi

Baca juga: Empat Kapal Cari Korban dari KM Teman Niaga yang Tenggelam, Posko Didirikan di Kabupaten Tanbu

Bahan dasar pembuatan kue talipuk ini tidak bisa ditemui di seluruh daerah. Karenanya, menjadi ciri khas Kabupaten HSU. Talipuk awalnya diupahkan untuk dipecahkan menjadi brondong.

Ibu rumah tangga warga Desa Sungai Namang tidak memiliki peralatan untuk memecah biji talipuk ini, sehingga harus mengupahkannya ke desa tetangga.

Setelah dipecahkan menjadi brondong, maka akan diolah kembali menggunakan asam sitrat gula dan margarin yang sebelumnya telah dicairkan.

Jika semua bahan sudah tercampur merata dicetak pada loyang. Setelah mengeras, berikutnya akan dipotong-potong.

Kue ini memiliki dominan rasa yang gurih dan manis serta memiliki tekstur yang renyah.

Baca juga: Deretan Warung Makan Paliat Kini Ada di Pusat Kuliner Mabuun Kabupaten Tabalong

Baca juga: PT WIKA Beton Buka Lowongan Kerja, Ini Posisi Dicari Berikut Syaratnya

Baca juga: Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 43 Resmi Dibuka, Berikut Cara Gabungnya

Ketua TP PKK Desa Sungai Namang, Zuriah, mengatakan, selain membuat rasa original juga membuat dengan varian rasa lain, yaitu rasa cokelat. Dengan proses pembuatan hampir sama, namun pada tahap akhir ditambah baluran coklat.

Kue ini dinamai dengan walangku talipuk yang kini sudah mulai dipasarkan secara luas dan sudah dipamerkan pada beberapa kegiatan di tingkat Kabupaten HSU dan juga Provinsi Kalsel. 

"Selain diolah menjadi jajanan, walangku talipuk juga diolah menjadi kue kering serta kulambin kering," ujarnya.

Harganya juga cukup terjangkau, yaitu Rp 10.000 untuk satu kemasan. Pihaknya berharap ada bantuan dalam penjualan dan promosi. 

"Kami juga menjual secara online melalui media sosial. Dengan cara ini, kami berharap semakin banyak warga yang bisa mengenal hasil makanan olahan dari teratai yang sudah cukup sulit ditemui di pasaran," pungkasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Reni Kurniawati)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved