Breaking News:

Pasar Lama Banjarmasin

Kalselpedia : Sejarah Pasar Lama, Dibangun Sejak Zaman Belanda Bertahan hingga Kini

Pasar Lama berlokasi di Jl Pasar Lama, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Di pasar ini dijual berbagai kebutuhan masyarakat

Penulis: Salmah | Editor: M.Risman Noor
banjarmasinpost.co.id
Keberadaan Pasar Lama di Banjarmasin sudah ada sejak penjajahan Belanda 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Pasar Lama adalah salah satu pasar tua di Banjarmasin. Dibangun sejak zaman penjajahan Belanda dan bertahan hingga sekarang dengan bentuk pasar yang berdesain tradisional dengan konstruksi kayu.

Pasar Lama berlokasi di Jl Pasar Lama, Kelurahan Pasar Lama, Kecamatan Banjarmasin Tengah. Di pasar ini dijual berbagai kebutuhan masyarakat yakni sandang pangan dan papan.

Biasanya Pasar Lama ramai sejak pagi hingga menjelang sore. Apalagi di Jalan Antasari Kecil Barat yang berada persis di dekat pasar dan tepi sungai Martapura, ramai pedagang berjualan pada pagi hari hingga siang.

Sejarah Pasar Lama diawali sebuah perkampungan yang dinamakan Kampung Bugis.

Memang di kawasan yang kini dinamakan Kelurahan Pasar Lama itu dukungan ada beberapa kampung yang nama kampungnya sesuai dengan mayoritas etnis masyarakat yang bermukim.

Ada kampung Bugis (kini Jl Sulawesi), ada kampung Arab (masih lekat sebutan ini hingga sekarang), ada kampung Jawa (Jl Perintis Kemerdekaan).

Baca juga: Promosikan Wisata Kalsel Sambil Berolahraga, Dispora Kalsel Gandeng Berbagai Komunitas

Baca juga: Pemilihan Model Batik Indonesia 2022, Wakil Kalsel Siap Ikuti Ajang Nasional Bergengsi

Interaksi penduduk antar etnis ini menciptakan tempat jual beli yang kemudian dibangun pasar di sana.

Kawasan Pasar Lama dekat dengan permukiman padat penduduk terutama yang berdiam di gang-gang sepanjang Jl Sulawesi.

Beberapa kali terjadi musibah kebakaran melanda permukiman di gang-gang tersebut yang tak pelak mengancam terbakarnya Pasar Lama.

Sebagai pasar tua, Pasar Lama sudah lama direncanakan untuk direvitalisasi atau dibangun ulang dengan bentuk kekinian, konstruksi beton.

Sebagaimana pernah pada 2015-2017 dianggarkan dana Rp35 miliar untuk proyek pasar tiga tingkat ini termasuk pembebasan lahan, namun sampai sekarang tak ada kejelasan.

Kondisi pasar memang perlu dibangun ulang, mengingat kios-kios di dalam pasar banyak yang tidak lagi digunakan. (banjarmasinpost.co.id/salmah saurin)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved