Bisnis

Kota Banjarmasin Masih Menjadi Penyalur KUR Terbesar di Kalsel, Simak Data Ditjen Perbendaharaan

Kota Banjamasin sebagai pusat perdagangan di Kalimantan Selatan, menyalurkan KUR dengan jumlah terbesar dengan porsi 17,58 % terhadap total.

Penulis: Nurholis Huda | Editor: M.Risman Noor
BANJARMASINPOST.CO.ID/NURHOLIS HUDA
Kepala Kantor Ditjen Perbendaharaan Kalimantan Selatan, Sulaimansyah. 

foto: headshoot Kakanwil Ditjen Perbendaharaan Kanwil Kalsel, Sulaimansyah.

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Perkembangan pembiayaan UMKM di Kalimantan Selatan sampai dengan bulan Juli 2022 untuk pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR), telah disalurkan kredit sebesar Rp. 3,02 trilIun yang diberikan kepada 60.079 debitur.

Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Kanwil Kalsel, Sulaimansyah, Selasa (30/8/2022) menjelaskan Jumlah tersebut meningkat sebesar 24,89 persen secara tahunan (yoy).

Dari data, dijelaskannya, Kota Banjamasin , sebagai pusat perdagangan di Kalimantan Selatan, menyalurkan KUR dengan jumlah terbesar dengan porsi 17,58 % terhadap total.

"Sektor yang mendominasi untuk penyaluran KUR adalah sektor perdagangan besar dan eceran dengan jumlah kredit Rp. 1,41 trilyun," ujarnya.

Sedangkan untuk kredit UMi sampai dengan bulan Juli 2022 telah disalurkan Rp. 27,56 milyar untuk 7.156 debitur, meningkat sebesar 1,52 % secara tahunan ( yoy ).

Sama dengan penyaluran KUR. pada sektpr UMi ini, Kota Banjarmasin masih menjadi kota penyalur terbesar dengan kontribusi 26,29 % dari total penyaluran.

Baca juga: Harapan Tukang Ojek di Banjarbaru Kalsel, Bantuan Transportasi Segera Terealisasi

Baca juga: Empat Proyek Pemerintah Kabupaten Tapin Ditargetkan akan Rampung pada 2022

Diluar penyaluran KUR dan UMi, Capaian pendapatan negara di wilayah Kalimantan Selatan sangat dipengaruhi fluktuasi kegiatan perekonomian regional.

Dijelaskan dia, zampai dengan 30 Juli 2022, kondisi perekonomian masih menunjukkan tren positif dengan unggulan sektor pertambangan.

"Pengaruh tingginya penerimaan negara yang berasal dari aktivitas pertambangan periode akhir tahun 2021 dan awal tahun 2022 ternyata masih berdampak pada penerimaan perpajakan pada bulan Juli 2022 selain
disebabkan oleh adanya peningkatan volume kegiatan perekonomian masyarakat," kata dia.

Hal tersebut, lanjutnya, ditandai dengan kinerja pendapatan negara mencapai Rp.10.929,03 miliar atau 80,76 % dari target, tumbuh lebih tinggi sebesar 99,13 % dibandingkan realisasi pada periode yang sama
tahun 2021, atau meningkat sebesar Rp.5.440,58 miliar.

Realisasi penerimaan perpajakan hingga akhir Juli 2022 telah mencapai Rp. 10.218,15
miliar atau 81,43 % dari target APBN 2022 sebesar Rp 12.548,88 miliar. Realisasi penerimaan pajak tersebut tumbuh sebesar 110,07 % (y-o-y).

Sedangkan realisasi penerimaan Kepabeanan dan Cukai telah mencapai Rp.951,43 miliar hingga akhir Juli 2022.

Angka tersebut telah melewati
angka target dengan capaian 569,70 % dari target yang ditetapkan. Sementara itu realisasi pendapatan negara yang berasal dari PNBP di wilayah Kalimantan Selatan mencapai nilai Rp710,87 miliar atau 72,31 % dari target. (banjarmasinpost.co.id/nurholis huda)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved